Siswi SMA Korban Pemerkosaan di Lombok Tengah Ditolak Sekolah

LOMBOK TENGAH | Seorang siswi SMA Negeri 1 Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban pemerkosaan yang diduga dilakukan 7 orang pria yang kini kasusnya tengah ditangani Sat Reskrim Polres Lombok Tengah.
Namun, korban justru diduga mendapat perlakukan yang tidak baik oleh pihak SMAN 1 Batukliang.
Korban, tidak diterima masuk sekolah oleh pihak sekolah, karena kehadirannya dianggap merusak suasana dan merusak nama baik sekolah. ” Dia (siswi) Korban Pemerkosaan, tetapi pihak sekolah tidak mau menerima dan menolak korban sekolah lagi di SMAN 1 Batukliang, dan mau dikeluarkan dari sekolah, dengan alasan pihak sekolah kehadiran korban bisa merusak suasana dan merusak nama baik sekolah. Sekolah tidak mau menerima aib, korban mau sekolah, tapi tidak dikasih masuk oleh pihak sekolah, karena sekolah tidak mau nama sekolah tercemar,” ungkap Pengacara Keluarga siswi korban pemerkosaan, H.M. Fauzan Azima, SH, Rabu, (26/10/2022).
Fauzan sangat menyayangkan sikap pihak SMAN 1 Batukliang yang menolak korban pemerkosaan untuk melanjutkan pendidikan. ” Orang tua korban sudah dipanggil pihak sekolah, tapi pihak sekolah justru menyarankan kepada orang tua korban lebih baik korban dipindahkan ke sekolah lain,” ucapnya
Karena tidak terima atas sikap pihak SMAN 1 Batukliang, pengacara keluarga siswi korban pemerkosaan akan melaporkan pihak SMAN 1 Batukliang ke Komnas Ham dan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia termasuk ke Gubernur NTB, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan ke Presiden RI. “ Semestinya pihak sekolah memberikan perlindungan, bimbingan, pembinaan dan pendidikan, bukan malah menolak dan mengeluarkan korban. Dan masalah ini akan kami persoalkan melalui jalur hukum, kami juga akan melapor ke Komnas Ham, Komisi Perlindungan Anak, Gubernur, bahkan bila perlu ke Menteri dan ke Pak Presiden,” tegas H. Fauzan
Dihubungi suaralomboknews.com via panggilan WhatsApp (WA), Rabu, (26/10/2022), Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 1 Batukliang, H. Muhammad Sam’an menyampaikan, pihak SMAN 1 Batukliang tidak pernah menolak korban untuk masuk sekolah. Melainkan pihak sekolah hanya memberikan saran dan pendapat kepada orang tua selaku Wali Siswi terkait dengan kondisi psikologis siswi yang menjadi korban pemerkosaan jika tetap sekolah di SMAN 1 Batukliang. “Kaitannya dengan penolakan tidak pernah. Hari sabtu kami mengundang Wali (orang tua) siswi ke sekolah untuk diskusi, disitu kami sampaikan kepada walinya, anak (korban) ini sudah diketahui oleh teman – temannya di semua kelas, ketika nanti anak ini masuk disini, kami khawatir ada cibiran dari teman – temannya, apakah anak ini sanggup menghadapi bulian dari teman – temannya dan apakah anak ini sanggup apa endak sekolah disini, nah itu tolong diremukkan dan dimusyawarahkan di rumah dengan keluarga, ketika hasil musyawarah itu difinalkan di keluarga baru disampaikan kepada kami kalau keputusannya tetap disini kami tidak bisa menolak. Jadi, kami tidak menolak, tetapi mengkhawatirkan dampak psikologis anak itu,” bantahnya
Sampai saat ini kata Wakasek, pihak sekolah masih menunggu informasi hasil musyawarah dari Wali Siswi dan keluarga siswi korban pemerkosaan. “Sampai saat ini kami masih menunggu informasi dari beliau beliau (keluarga) tetapi belum ada informasi sampai saat ini apa yang menjadi keputusan musyawarah. Cuman kita kawatir seperti apa yang kami sampaikan tadi itu, ada 800 siswa, bagaimana mengantisipasi psikologis itu saja,” kata H. Muhammad Sam’an.
Siswi korban pemerkosaan lanjut H. Muhammad Sam’an, memiliki perilaku yang baik selama berada di lingkungan sekolah, bahkan pihak sekolah sangat terkejut atas musibah yang menimpah korban. “Kita hanya mendapatkan informasi dari siswa bahwa dia diculik itu saja dan dibawa ke sana, dan kami ber 6 menjemput siswa di belakang Bulog Tampar ampar, karena anak ini melapor bukan ke keluarganya tetapi ke Wali Kelasnya, sore minggu katanya dibawa, kami tahu saat kami menjemput saja. Keseharian di sekolah, tidak ada kelihatan sifat – sifat yang mencurigakan, bahkan kita terkejut dengan kejadian ini,” ujarnya. [slnews – rul].

Tinggalkan Balasan