SHOPPING CART

close

Minta MGPA Dievaluasi, SWIM Akan Mengadu ke Asian Infrastructure Investment Bank

SWIM
Pengurus Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM), H. Lalu Abdi Suherman / Tuan Regoh.

LOMBOK TENGAH | Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM) menilai Mandalika Grand Prix Association (MGPA), anak perusahaan PT ITDC yang menjadi pengelola tunggal Pertamina International Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (KEK) The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin jauh dari warga, khususnya warga Lingkar KEK The Mandalika. “Sudah banyak event Nasional dan Internasional yang digelar di Sirkuit Mandalika, namun MGPA semakin jauh dari warga ketempatan. Management MGPA seperti pengelola yang berdiri sendiri,arogan dan sama sekali tidak membangun komunikasi dengan warga tempatan,” sebut pengurus SWIM, H. Lalu Abdi Suherman, Kamis, (8/9/2022).

Tokoh Pemuda Desa Kute yang akrab disapa Tuan Regoh itu mengungkapkan, meskipun rumahnya berdekatan dengan Sirkuit Mandalika, namun dirinya tidak mengetahui kegiatan atau event – event nasional maupun Internasional yang digelar di Sirkuit Mandalika. “Rumah saya berada di seberang pintu gerbang Sirkuit tetapi saya dan warga bahkan Perangkat Desa Kute tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam Sirkuit setiap har. Kami hanya mengetahui dari pemberitaan media kalau di dalam sirkuit sedang ada kegiatan seperti Mandalika Track Day dan kami juga menyesalkan tidak adanya tarif spesial untuk warga lokal apabila ingin jalan-jalan di dalam Sirkuit,” ucapnya

Menurut Tuan Regoh, MGPA telah menunjukkan ketidak pedulian kepada warga sekitar yang seharusnya paling awal melihat dan menikmati apa yang ada di dalam Sirkuit Mandalika. “Jangankan berharap untuk kecipratan langsung secara ekonomi, untuk memiliki foto selfie di dalam Sirkuit saja warga lokal tidak bisa. Kami sudah maksimal ikut menjaga kondusifitas kalau ada event, tetapi kalau terlalu lama kami terjajah maka kesabaran kami bisa habis,” kesalnya

Terpisah Ketua SWIM, Lalu Alamin mengatakan, MGPA makin asing dan personil yang ada di dalam MGPA tidak paham cara membangun komunikasi dengan warga ketempatan. “Setiap hari ada anggota SWIM dan warga bahkan perangkat desa yang mengeluhkan dan mengajak SWIM demonstrasi karena sikap arogan MGPA ini. Padahal SWIM sudah berfungsi sebagai peredam gejolak demi kondusifitas, tetapi MGPA sama sekali enggan berkomunikasi dengan warga melalui SWIM,”katanya

Apapun tupoksi MGPA, lanjut tokoh Masyarakat Desa Rembitan itu, seharusnya sebagai pengelola mampu membangun hubungan harmonis dengan warg.”Kami siap menjadi siapapun yang MGPA inginkan, menjadi partner B to B pun kami mempu dan memiliki sumber daya,” ucap Lalu Alamin yang juga Owner Kute Cove Hotel.

“Kami akan bersurat ke banyak pihak terkait persoalan ini, ke Presiden RI, Kementerian BUMN termasuk ke Asian Infrastructure Investment Bank (AlIB)  agar MGPA dievaluasi, jangan sampai persoalan lapak atau stan yang sangat tidak berkeadilan saat motoGP Mandalika 2022 lalu terulang karena kebobrokan management MGPA,” ujar Lalu Alamin. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Minta MGPA Dievaluasi, SWIM Akan Mengadu ke Asian Infrastructure Investment Bank

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

September 2022
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

STATISTIK