Crosser Internasional dan Nasional Akan Hadiri Launching Sirkuit Motocross di Desa Lantan

LOMBOK TENGAH | Launching Sirkuit Motocross di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan akan dilaksanakan pada hari perayaan Lebaran Ketupat 2022 yang lokasi kegiatannya akan dipusatkan di Desa Lantan.
Selain dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemkab Lombok Tengah dan para Kepala Desa (Kades) / Lurah se Lombok Tengah. Launching Sirkuit Motocross juga akan dihadiri oleh para Pembalap dunia dan Pembalap Nasional termasuk 50 pembalap dari NTB.
Berdasarkan informasi sebanyak 10 Pembalap Dunia sudah terkonfirmasi hadir saat Launching Sirkuit Motocross di Desa Lantan dan Pembalap Nasional diantaranya Diva Ismayana, I Kadek Oca asal Provinsi Bali, dua i Crosser asal Pulau Jawa yakni
Raffi G Tangka dan Ananda Rifki.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri mengatakan selain Pembalap yang sudah menyatakan kesiapannya hadir saat Launching Sirkuit Motocross, ada beberapa pembalap juga berminat hadir, namun belum terkonfirmasi akan kehadirannya. “Kita masih menunggu konfirmasi balik dari beberapa Pembalap Dunia lainya apakah akan hadir atau tidak,” kata H. Lalu Pathul, Kamis, (28/4/2022).
Launching Sirkuit Motocross di Desa Lantan akan dilakukan setelah rangkaian acara Lebaran Ketupat. Seluruh Pembalap tersebut juga hadir di acara lebaran ketupat.
Mereka akan bersama sama dengan seluruh pejabat atau ASN yang hadir ditempat itu. “Ini sekaligus kita memperkenalkan tradisi budaya yang kita miliki yakni lebaran ketupat kepada para Pembalap dunia itu,” ucap H. Lalu Pathul
Menurut Lalu Pathul, para Pembalap tersebut akan menjajal lintasan sirkuit Motocross. Mereka akan mencoba salah satu sudut tikungan yang dinamakan Mermaid Corner yang artinya sudut tikungan dimana sisi luar tikungan terdapat tanah agak tinggi yang sering dimanfaatkan pembalap untuk melahap tikungan dengan cepat dan kecepatan cukup tinggi untuk overtaking.
Disamping itu pembalap juga akan mencoba gundukan Step On yakni sebuah lompatan kecil yang mendahului Table Top atau ‘punuk’ sebagai media bagi pembalap sebelum melibas table top. Table Top adalah gundukan tanah yang tinggi dan cenderung datar pada bagian atasnya yang mampu mengangkat pembalap sebelum terjun ke seksi selanjutnya yakni Step Off – Sebuah tumpuan tanah kecil selepas Table Top. “Step On dan Step Off ini hampir selalu ada bersama-sama” kata Bupati.
Untuk diketahui tekstur tanah lintasan sirkuit motocross di Desa Lantan sangat cocok untuk pembalap, tanah gembur dan tidak berdebu sementara suhu udara di wilayah utara sedikit dingin dan tidak terik sehingga tidak menguras energi dari para pembalap. “Saya yakin Pembalap akan sangat senang di Lombok Tengah, kualitas sirkuit kita utamakan, kenyamanan dan keamanan kita jamin, sehingga pembalap akan betah,” papar H. Lalu Pathul
Diperkirakan ada belasan ribu masyarakat akan ke Desa Lantan pada saat Launching Sirkuit Motocross dan lebaran ketupat tersebut. Karenanya pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan aparat keamanan lainnya sudah melakukan pemetaan titik-titik kemacetan maka perlu dilakukan rekayasa lalu lintas. “Jadi untuk sementara ada keputusan bahwa akan ada sistem buka tutup jalan ke arah Lantan pada hari H lebaran topat. Untuk dibawah pukul 12.00 wita, kendaraan yang diijinkan hanya ke arah desa lantan. Diatas pukul 12.00 yang diijinkan hanya kendaran arah keluar dari desa Lantan,”jelas H Lalu Pathul
Dia berharap agar Sirkuit Motor Cross menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Tengah setelah adanya Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Keberadaan Sirkuit Motor Cross itu diyakini akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya wilayah utara. Pelaku usaha UMKM juga akan mulai bangkit setelah Covid 19 berlalu. Untuk itu butuh dukungan semua pihak untuk suksesnya pagelaran motor cross yang akan berlangsung pada November mendatang. “Sirkuit Motor Cross ini adalah aset berharga kita, maka kita harus jaga, rawat, caranya dengan menjaga keamanan penonton, Pembalap dan para wisatawan. Ini untuk keseimbangan pembangunan dan keseimbangan perekonomian masyarakat,” ujar H. Lalu Pathul. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan