SHOPPING CART

close

Bazar Mandalika Sepi Pembeli, Manfaat Ritel Modern Dipertanyakan, Lalu Pathul Semprot Kadiskop UMKM dan Kadis Perindag

Bazar Ramadan Mandalika Bersatu Jaya 2022
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri saat membuka dan meninjau pelaksanaan Bazar Ramadhan Mandalika Bersatu Jaya di halaman Masjid Agung Lombok Tengah di Praya, NTB, Kamis, (14/4/2022).

LOMBOK TENGAH | Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Pathul Bahri kaget melihat Stand Bazar Ramadhan Mandalika Bersatu Jaya yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi – UMKM (Diskop UMKM) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah di halaman sebelah timur Masjid Agung Lombok Tengah di Praya yang sepi pembeli dan jumlah pedagang yang sedikit.

H Lalu Pathul mengetahui Stand Bazar Ramadhan Mandalika Bersatu Jaya sepi pembeli saat membuka aktivitas Bazar Ramadhan Mandaika Bersatu Jaya, Kamis, (14/4/2022).

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB itu terlihat kecewa dengan kondisi Bazar Ramadhan Mandalika Bersatu Jaya yang sepi pembeli, dia lalu menyalahkan dua Kepala Dinas yakni Kadis Korporasi dan Kadis Perdagangan yang tidak bekerja sama mempersiapkan kegiatan ini dengan meriah. “Mau kita laksanakan tiga hari setelah Puasa, tetapi saya menolak, khawatir sepi ternyata benar, sepi,” ucap H. Lalu Pathul dengan raut wajah kecewa.

Lalu Pathul menilai Dinas Koperasi dan dan Disperindag Lombok Tengah tidak ada koordinasi dan jalan sendiri sendiri. “Harusnya bekerjasama batu membantu satu sama lain. Kalau seperti ini siapa yang mau hadir. Saya kalau lihat ini, pantesan Wakil Bupati, Sekda tidak hadir akhirnya saya yang hadir dan mudah mudahan jemaah pulang ngaji datang berbelanja,” sebutnya

Lalu Pathul meminta kepada Kadis Koperasi Lombok Tengah. Ikhsan agar besok kegiatan ini harus ramai. “Seharusnya ramai di pembukaan bukan besok. Besok saya minta harus hadir 42 pedagang itu, Disperindag dan Dinas Koperasi harus bekerjasama. Kalau seperti ini bukan bazar, ini jualan biasa,” kesalnya 

Bupati juga menyikapi minimnya kehadiran Bank Bank dan Ritel Modern. Terlihat di kegiatan itu hanya Bank NTB sementara Ritel Modern seperti Alfamart dan Indomaret serta ritel lainnya tak terlihat, lalu kata Lalu Pathul apa manfaatnya Ritel Modern itu untuk masyarakat Lombok Tengah. “Bank Bank juga diundang, kenapa hanya satu Bank. Ritel Modern Alfamart Indomaret itu manfaat nya untuk kita apa, ayo kita berikan semangat yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya

Lalu Pathul menilai laporan Kepala Dinas Koperasi terlalu muluk dan mengada ada sebab tidak sesuai kenyataan. ” Tolong, jangan laporan saja bagus, tetapi kenyataannya, harus ada yang bikin ramai.  Tolong Perindag dan Koperasi bersinergi. Mudahan nanti setelah pengajian ramai,” harapnya

Yang menjadi pertanyaan lanjut Lalu Pathul peran Ritel Modern bagi masyarakat Lombok Tengah. Selama ini di kegiatan Pemda Ritel Modern itu tidak pernah terlibat sementara mereka mencari uang di Kabupaten Lombok Tengah bertahun-tahun. “Siapa yang kelola ritel modern, jangan hanya dapat izin saja lalu tak ada manfaatnya bagi masyarakat. Bertahun tahun cari makan di Lombok Tengah apa yang mereka berikan. Saya minta pak asisten untuk catat jumlah ritel modern, kita bahas manfaat dan mudharatnya bagi masyarakat. Jadi bahan evaluasi kita,” perintahnua

Sementara itu Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Tengah Ihsan S.Hut dalam laporannya mengatakan Bazar Mandalika merupakan agenda rutin dari tahun ke tahun. Yang ikut serta kegiatan ini dari seluruh penggiat organisasi lembaga UMKM sebanyak 13 lembaga dan 42 pelaku penggiat UMKM. “Tujuan menggerakkan pelaku UMKM agar semangat berusaha agar terus melakukan untuk tingkat kan indek pendapatan. Semoga dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM,” ujarnya. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Bazar Mandalika Sepi Pembeli, Manfaat Ritel Modern Dipertanyakan, Lalu Pathul Semprot Kadiskop UMKM dan Kadis Perindag

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

April 2022
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

STATISTIK