Suami Peras Keringat di Malaysia, Istri Berkeringat Dengan Pria Lain

LOMBOK TENGAH | Seorang pria berinisial S, 26 tahun, warga Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah nyaris menjadi sasaran amuk warga Dusun Lingkok Bunut, Desa Lekor setelah ditemukan oleh warga di dalam rumah salah seorang ibu rumah tangga (IRT) yang ditinggal suaminya mengais rejeki menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia berinisial SI, 25 tahun warga Dusun Lingkok Bunut, Desa Lekor, pada Jumat pagi, (25/3/2022).
Pria yang diduga penikmat IRT yang ditinggal merantau ke Negeri Jiran itu selamat dari amuk warga setelah diamankan oleh personel Polsek Janapria, Polres Lombok Tengah.
Diamankannya salah seorang pria yang diduga menjalin hubungan asmara terlarang dengan IRT yang ditinggal suaminya ke Malaysia itu dibenarkan oleh Plh Kapolsek Janapria AKP Nasrun. “ Permasalahan tersebut sudah ditangani Polsek Janapria. Guna menghindari tindakan main hakim sendiri terduga pelaku S diamankan ke Polsek Janapria, dan dari hasil introgasi sementara bahwa terduga pelaku S mengakui dan membenarkan perbuatannya tersebut, dan keduanya sudah sejak lama menjalin asmara bahkan telah dua kali melakukan hubungan badan,” kata AKP Nasrun, Sabtu (26/3/2022).
Dugaan perbuatan Zina antara S dan SI bermula dari kecurigaan masyarakat setempat kepada S yang menjalin hubungan asmara dengan SI.
Hubungan asmara terlarang S dan SI tersebut diketahui oleh warga berawal dari S, pada Jumat, (25/3) sekitar pukul 01.00 Wita, terlihat mengetuk pintu rumah SI.
Warga lain yang informasi tersebut memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah SI dengan alasan meminta makan karena lapar, namun SI tidak mau membuka pintu rumahnya. “ Keterangan dari saksi – saksi, warga datang kerumah SI dengan maksud untuk membuktikan kebenaran bahwa SI menyembunyikan laki laki di dalam rumahnya, lalu saksi atas nama Jumali bersama rekannya yang lain memaksa membuka pintu dan masuk kedalam rumah SI. Dan ketika pintu terbuka terlihat SI dan S sedang bersembunyi dibalik pintu, dalam keadaan S bertelanjang dada hanya menggunakan sarung dan SI hanya menggunakan sarung untuk menutupi tubuhnya,” ujar AKP Nasrun. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan