Tak Terima Dihina ITDC NU, Sopir Travel Ancam Hadang Event MotoGP Mandalika 2022

LOMBOK TENGAH | Ratusan sopir travel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Transportasi Nusa Tenggara Barat (APTA NTB) akan menggelar aksi demo di depan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada Senin, 7 Februari 2022.
Aksi Demo itu sebagai bentuk protes terhadap ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang merupakan bagian dari ITDC Group yang tidak melibatkan para pengusaha transportasi lokal pada event motoGP yang akan digelar pada 18-29 Maret 2022 di Sirkuit Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. ” Kami ingin dilibatkan, untuk apa ada event internasional MotoGP kalau kami hanya di jadikan penonton di rumah sendiri. Kalau kami tidak dilibatkan kami akan melakukan aksi besar besaran sampai dengan event MotoGP berlangsung,” ancam Ketua Apta NTB, Lalu Reza Fadila di kediaman Ketua Tim Divisi Hukum Apta NTB, Lalu Arik Rahman Hakim, SH di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu, (5/2/2022).
Apta NTB mengaku, ITDC NU tidak akan memberikan ruang sedikitpun kepada pengusaha transportasi Lokal pada event MotoGP Mandalika 2022. “Pengusaha Transportasi Lokal merasa dihina, dan tidak terima terhadap sikap oknum staf ITDC NU yang tidak akan memberikan ruang sedikitpun kepada pengusaha transportasi Lokal, itu merupakan salah satu bentuk penghinaan kepada kami. Untuk itu, kami meminta untuk mencopot dan mengusir Oknum Staf dari ITDC NU yang telah meremehkan dan melecehkan pelaku usaha transportasi lokal,” sambung Ketua Tim Divisi Hukum Apta NTB, Lalu Arik Rahman Hakim
Selain ITDC NU dan MGPA, APTA NTB juga meminta kepada PT Angkasa Pura I BIL untuk membatalkan Bot / Counter ITDC yang ada di BIL. ” Sebagai masyarakat Lombok Tengah, kami sangat bangga punya KEK, punya Sirkuit Internasional, tapi jangan jadikan kami penonton di rumah sendiri. Kami menolak kendaraan luar masuk NTB sebagai transportasi MotoGP. Kami menuntut melibatkan kendaraan / pengusaha lokal sebagai transportasi pendukung motoGP. Jika tidak kami akan hadang pelaksanaan motoGP,” ancam Lalu Arik
Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu mengungkapkan, setelah menyampaikan apa yang menjadi keluhan dan tuntutan APTA NTB saat Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. HM Nursiah datang berkunjung kerumahnya. ” Apa yang menjadi keluhan dan tuntutan kami sudah kami sampaikan kepada Pak Wabup, dan Pak Wabup berjanji akan memfasilitasi kami dengan ITDC NU, MGPA termasuk dengan Dinas Perhubungan NTB di Illiterate Hotel besok (Minggu, 8/2) sore,” ujar Lalu Arik. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan