SHOPPING CART

close

Di Lombok Tengah, Petani Peras Keringat, Oknum Suplayer Beras Pikul Laba

Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah
Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah, Ir. Supyan MM

LOMBOK TENGAH | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini tengah merancang pelaksanaan program pengadaan beras untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemkab Lombok Tengah yang sumber berasnya dibeli dari para petani di Lombok Tengah.

Namun, program pengadaan beras untuk ASN yang tujuanya untuk membantu petani Lombok Tengah tersebut menuai penolakan dari sejumlah petani.

Informasi yang dihimpun suaralomboknews.com dari sejumlah petani mengaku beras milik mereka akan dibeli dan ditampung oleh oknum Suplayer Beras dengan harga berkisar antara Rp. 9 ribu – Rp. 10 ribu per Kg dan setelah itu oknum Suplayer Beras akan menjual ke Pemkab Lombok Tengah yang sumber pembayarannya dipotong dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN  Lingkup Pemkab Lombok Tengah dengan harga berkisar antara Rp. 11 ribu sampai dengan Rp. 12 ribu per Kg. “ Jadi ada oknum Suplayer Beras yang datang ke Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah mengaku mendapat rekomendasi dari pimpinan tertinggi di Lombok Tengah. Sistemnya melalui Suplayer Beras itu kami menjual beras ke Pemkab untuk ASN. Misalkan beras kami dibeli Suplayer Beras Rp. 9 ribu per Kg, dan Suplayer Beras itu akan mengklaim pembayaran ke Pemkab Rp. 11 sampai dengan Rp. 12 ribu per Kg. Jadi tanpa modal apapun, tanpa peras keringat, oknum Suplayer Beras itu akan mendapatkan keuntungan laba puluhan juta per bulan,” sebut salah seorang petani di Lombok Tengah.

Sementara itu, kepada suaralomboknews.com, Selasa, (12/10/2021), Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah, Ir.  Supyan MM mengatakan, saat ini program pengadaan beras untuk ASN Lingkup Pemkab Lombok Tengah masih dalam tahap wacana, masih di rembukkan dan masih dicarikan solusi terbaik terkait dengan sistem pengadaan beras. “ Masih wacana, masih rembuk dan mencari solusi,” katanya

Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah lanjut Supyan, hanya sebagai pelaksana teknis dari program pengadaan beras untuk ASN  Lingkup Pemkab Lombok Tengah.

Supyan juga mengaku pernah mendengar informasi dari petani terkait dengan ada oknum Suplayer Baras yang nantinya ikut dalam program pengadaan beras untuk ASN Lingkup Pemkab Lombok Tengah. “ Dinas hannya teknis saja, selebihnya silahkan tanyakan langsung kepada Pak Asisten II selaku Ketua Program. Inti dari program ini membantu petani, berasnya harus dari petani Lombok Tengah, tidak boleh didatangkan dari luar Lombok Tengah, dan penyalurannya apakah nanti melalui perusahaan, kelompok atau melalui petani langsung masih kita  rembukkan,” ucapnya

Supyan juga menegaskan, belum ada kejelasan harga per kilogram beras yang akan dibeli oleh seluruh ASN Lingkup Pemkab Lombok Tengah. “ Belum ada kejelasan harga, yang pasti beras yang diadakan kualitas Premium. Nantinya masing – masing ASN akan menerima 10 kg beras per bulan yang dibayar melalui TPP masing – masing ASN. Masalah kapan dilaksanakan, tergantung keputusan pimpinan,” tuturnya

Dalam program pengadaan beras untuk ASN, Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah berharap tidak ada pihak yang merasa diuntungkan atau yang merasa dirugikan. “ Dinas selaku teknis tidak mau ada yang merasa diuntungkan dan dirugikan. Dan inti dari program ini untuk membantu Petani kita,” ujar Supyan. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Di Lombok Tengah, Petani Peras Keringat, Oknum Suplayer Beras Pikul Laba

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2021
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

STATISTIK