Diminta ALARM, SWIM dan Lesa Demarkasi Tak Demo ke Sirkuit Mandalika, Laskar NTB : Jangan Khawatir

LOMBOK TENGAH | Tiga lembaga yakni Aliansi Rakyat Menggugat (LARAM), Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM) dan Lembaga Studi Advokasi Demokrasi & Hak Asasi Manusia (Lesa Demarkasi) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar NTB untuk mengurungkan rencana aksi di Sirkuit Pertamina Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada hari Kamis, 14 Oktober 2021. “ Secara kolektif ketiga lembaga swadaya masyarakat ini lewat masing-masing Ketuanya, Lalu Alamin (SWIM), Lalu Hizzi (Alarm) dan Hasan Masad ( Lesa Demarkasi) menyarankan kepada Laskar NTB untuk mengurungkan rencana aksinya di Sirkuit motoGP, karena hal tersebut dapat menimbulkan kegaduhan ataupun hal-hal yang kurang baik. Kita sudah berkomitmen bersama-bersama untuk menciptakan situasi dan iklim yang sejuk di daerah kita, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika,” kata Ketum Alarm NTB, Lalu Hizzi, Selasa, (12/10/2021).
Menurut tiga LSM itu, substansi yang dipersoalkan oleh Laskar NTB sudah dikomunikasikan secara aktif dengan pihak ITDC, terutama soal rekrutmen tenaga kerja sudah mulai diakomodir, adapun soal-soal lain sedang dalam proses penyelesaian. “SWIM,ALARM dan Lesa Demarkasi, mempersilahkan Laskar NTB membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan inten, baik itu komunikasi antar lembaga maupun dengan pihak ITDC sehingga perkembangan informasi dapat diserap dengan baik,” cetus Lalu Hizzi
“Senada juga yang disampaikan oleh para pelaku dan pegiat wisata khususnya daerah selatan, dari MHA (Mandalika Hotel Association) berharap kondusifitas wilayah berjalan baik mengingat Kawasan Mandalika akan kedatangan lonjakan tamu yang sangat tinggi,” sambung Lalu Hizzi
Sementara itu, kepada suaralomboknews.com via WhatsApp (WA), Selasa, (12/10/2021), Ketum LSM Laskar NTB, H. Agus Setiawan menyampaikan, aksi LSM Laskar NTB pada saat kedatangan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja ke Lombok Tengah pada hari Kamis, (14/10/2021) masih dipertimbangkan. “Rencana gerakan kita hari Kamis saat kedatangan Pak Presiden Jokowi, sampai dengan detik ini masih kita pertimbangkan, walaupun surat permakluman aksi sudah kita sampaikan ke Polda dan Polres,”katanya
Agus menyampaikan ucapan terimakasih kepada ketiga LSM yang telah memberikan saran dan masukan terkait dengan rencana aksi LSM Laskar NTB. “ Terimakasih atas saran kawan – kawan yang telah memberikan pandangan sosial dan sebagainya. Tapi pada dasarnya kami tidak pernah punya niat membuat kegaduhan. Kami punya pandangan berbeda, bahwa di KEK bukannya persoalan lahan saja, tetapi kita ingin menyampaikan persoalan yang lebih, persoalan potensi tenaga kerja di KEK, persoalan sumber daya alam untuk mendorong kebutuhan di KEK,” ucapnya
“Jadi jangan khawatir, kami sedang evaluasi, sedang ukur segala bentuk gerakan. Kita akan pertimbangkan dan nanti kita akan sampulkan, dan kami sangat mendukung pak Presiden dan pembangunan yang ada di Lombok Tengah,” ujar Agus. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan