Jelang Kejurnas Drag Bike, ITDC di Demo Warga di Depan Sirkuit Mandalika

LOMBOK TENGAH | Sehari menjelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike Regional – 3 Putaran I yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 Juni 2022 di Sirkuit Mandalika, The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), puluhan warga bersama Forum Pemuda Peduli Pariwisata Lombok Tengah (FP3LT) menggelar aksi demo di depan pintu utama Sirkuit Mandalika, Jumat, (17/6/2022).
Aksi demo itu buntut dari sikap ITDC yang tidak kunjung memenuhi janjinya kepada warga, khususnya terkait dengan keberlanjutan pembangunan Masjid Al Hakim Ujung yang merupakan Masjid Pengganti yang dulunya digusur ITDC untuk pembangunan Sirkuit Mandalika dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Dalam orasinya Ketua Umum (Ketum) FP3LT, Alus Darmiah Gare mengancam akan membatalkan pelaksanaan event Drag Bike jika tuntutan masyarakat tidak dipenuhi oleh PT ITDC selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika.
Adapun tuntutan masyarakat yakni, menagih janji PT ITDC terkait dengan keberlanjutan pembangunan Masjid Al Hakim Ujung yang sampai dengan saat ini tidak ada kejelasan kapan pembangunannya dilanjutkan.
Meminta kepada PT ITDC untuk segera memberikan Gelang sebagai identitas kepada warga di dua Dusun yakni Dusun Ebunut dan Dusun Ujung Lauk yang masih tinggal di dalam Sirkuit Mandalika.
Meminta kepada PT ITDC untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal khususnya dari warga Dusun Ebunut dan Ujung Lauk dan meminta kepada PT ITDC untuk secepatnya membayar tanah masyarakat baik yang ada di dalam maupun di luar Sirkuit Mandalika. ” Dulu sebelum motoGP, ITDC berjanji akan melanjutkan pembangunan Masjid Al Hakim sekitar bulan April – Mei 2022 atau setelah event motoGP selesai, tetapi sampai dengan saat ini tidak ada kejelasan dari ITDC kapan pembangunan Masjid Al Hakim Ujung dilanjutkan. Untuk itu kami minta kepastian dan menuntut janji ITDC, kalau tidak hari ini pintu gerbang Sirkuit akan kami Las, biar event Drag Bike besok tidak bisa terlaksana,” ancamnya
“Kami juga meminta kepada ITDC untuk segera memberikan Gelang untuk akses keluar masuk warga yang masih tinggal di dalam sirkuit. Kami minta ITDC memprioritaskan warga dua Dusun yang terisolir di dalam Sirkuit untuk bekerja dalam setiap event. Dan kami meminta ITDC untuk segera membayar tanah warga yang ada didalam maupun diluar sirkuit,” sambung Alus
Ditempat yang sama, Operations Head The Mandalika Pari Wijaya yang datang menemui warga menyampaikan, ITDC tetap memberikan dan menyediakan akses keluar masuk kepada warga yang masih tinggal di dalam Sirkuit Mandalika baik melalui jalur timur maupun jalur barat. “ Tidak ada akses masyarakat yang kami ganggu. Masalah gelang, kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kadus terkait dengan penataan warga yang masih tinggal di dalam kawasan Sirkuit, dan pendataan berapa jumlah warga masih dalam proses,” ucapnya
Terkait dengan kelanjutan pembangunan Masjid Al Hakim Ujung, Pari menegaskan, sudah ada pembicaraan dengan panitia pembangunan Masjid Al Hakim Ujung, dan pembiayaan pembangunan lanjutan Masjid Al Hakim Ujung bersumber dari dana Sinergi BUMN. “ Ada Sinergi BUMN yang membantu pembangunan Masjid melalui dana Tanggung Jawab sosial dan ada kontraktor yang menangani. Untuk penyerapan tenaga kerja, ITDC selaku pengembang memberikan peluang kepada masyarakat untuk bekerja, total pekerja operasional ada 200 orang dan 97 persen dari warga penyangga KEK The Mandalika. Setiap event selalu kami utamakan serapan tenaga kerja lokal, contohnya di event WSBK dan motoGP ada 6 ribu tenaga kerja, 97 persen berasal dari warga sekitar, dan kami sangat terbuka untuk melakukan diskusi lebih lanjut,” ujarnya
Aksi demo warga itu mendapat pengawalan dan penjagaan dari personel Polres Lombok Tengah dan Polsek Kawasan.
Setelah mendapat jawaban dan kepastian kapan ITDC akan memenuhi janji janjinya. warga pun membubarkan diri dengan tertib. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan