Penyaluran Dana Kebanyakan Saat Musim Politik, PP Pertanyakan Kinerja Baznas Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH | Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), M Samsul Qomar menilai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Tengah belum maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. “ Saya menilai hanya terkesan seremonial dan mengikuti pola Pemda (Pemerintah Daerah) saja ,” kata Ketua PP Lombok Tengah, M Samsul Qomar melalui siaran pers tertulis yang dikirim ke alamat Redaksi suaralomboknews.com, Minggu, (24/4/2022).
Menurut mantan Anggota DPRD Lombok Tengah dua periode itu, zakat profesi dan sumber lainnya sangatlah banyak yang diterima oleh Baznas, namun tidak di publikasi ke publik berapa total penerimaan dan kemana saja di alirkan serta di kembalikan sumbangan amal tersebut.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah itu juga mempertanyakan pengelolaan dana di Baznas Lombok Tengah, sebab dulu pernah ada penyidikan soal dana Baznas Rp 12 Miliar di Polres, namun kini kabarnya hilang.” Sebagai warga Lombok Tengah tentu tidak berlebihan ketika kita meminta amal rakyat dalam bentuk profesi serta lainnya di publikasi biar rakyat tahu kemana saja amal jariyah mereka disalurkan, jangan hanya seremonial saja,” ucap M Samsul Qomar
Pria yang akrab disapa MSQ itu meminta Pengurus Baznas bisa melakukan kerja sama dengan yayasan yang sudah terbukti dan teruji eksistensinya dalam kerja kerja sosial sehingga tidak perlu takut dana akan disalahgunakan.
Adapun yayasan sosial yang dimaksud salah satunya Tulus angen Community dan beberapa yayasan lain yang eksis dalam kegiatan sosial selama ini. “Silahkan Baznas membuka diri menggandeng kawan-kawan pegiat dan aktivis sosial, saya yakin akan tepat sasaran,” tuturnya
MSQ juga menilai penyaluran dana Baznas sejauh ini kebanyakan saat musim politik seperti Pemilu dan Pilkada saja dan bentuknya selalu itu-itu saja seperti werles, Al Qur’an atau peralatan lainnya.”Masa iya hanya seperti itu padahal dana di Baznas itu yang dari ASN atau Profesi saja puluhan Miliar harusnya bisa bangunkan masyarakat rumah layak huni dan yang lebih mendesak,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan