Bocah Perempuan di Lombok Tengah Jadi Korban Penyaluran BLT Minyak Goreng

LOMBOK TENGAH | Nasib naas menimpa bocah perempuan, Ela Mirnawati, 2 tahun, warga Dusun Pengagah, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ela Mirnawati meninggal dunia setelah sepeda motor jenis Honda Vario yang dikendarai Ibu kandungnya, Dewi, 26 tahun mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan kabupaten tepatnya di tanjakan Batu Totok, Dusun Batu Totok, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada Sabtu, (17/4/2022).
Dari informasi yang dihimpun suaralomboknews.com, korban ikut bersama ibu kandungnya dan neneknya, Inaq Juni Iskandar, 40 tahun untuk mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng yang disalurkan PT Pos Indonesia (persero) di Kantor Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Namun setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) jalan raya Batu Totok, sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Ibu kandung korban oleng lalu terjatuh. “ Korban meninggal dunia ditempat kejadian, sedangkan Ibu korban menjalani perawatan di Puskesmas Kute dan nenek korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya,” kata salah seorang warga Desa Tumpak, Mawar.
Korban yang dinyatakan meninggal dunia di TKP, langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Dusun Pengagah, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Akibat kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) Tunggal yang merenggut nyawa bocah perempuan itu, warga mempersoalkan pola penyaluran BLT Minyak Goreng oleh PT Pos Indonesia. “ Kenapa BLT Minyak Goreng ini harus disalurkan melalui Kantor Pos, kenapa tidak menggunakan pola transfer langsung ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga warga tidak tergesa gesa mengambil bantuan dan bisa mengatur waktu mengambil bantuan, sehingga tidak terjadi musibah seperti yang dialami anak, ibu dan neneknya itu,” keluh Mawar
Selain mempersoalkan pola penyaluran BLT Minyak Goreng, Warga juga menyayangkan sikap dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah yang tidak pernah merespon dan tidak pernah mendengar keluhan masyarakat terkait dengan kondisi ruas jalan Kabupaten Mawun – Pengembur yang kondisinya rusak parah. “ Kecelakaan itu juga akibat dari kelalaian Pemkab Lombok Tengah yang tidak pernah mau mendengar keluhan masyarakat terkait dengan kondisi jalan yang sudah hancur lebur. Kondisi ruas jalan Mawun – Pengembur sudah sering kami sampaikan, namun Pemkab Lombok Tengah pura – pura tuli dan buta, padahal ruas jalan itu juga setiap hari ramai dilintasi wisatawan. Mungkin, karena kami berada di Desa tertinggal dan terisolir, sehingga ruas jalan mawun – pengembur itu tidak mau diperbaiki oleh Pemkab Lombok Tengah,” ujar Mawar. [slnews – rob]

Tinggalkan Balasan