Kemegahan Sirkuit Mandalika Tak Sebanding Dengan Kondisi Jalan Desa Yang Berlubang dan Berlumpur

LOMBOK TENGAH | Kemewahan dan kemegahan Pertamina Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tanggal 19 – 21 November lalu telah sukses menggelar motoGP Junior dan MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) Pirelli Indonesian Round 2021, tidak sebanding dengan kondisi ruas jalan Desa Kuta. “ Kemewahan sirkuit tidak sebanding dengan kondisi jalan Desa, salah satu contohnya jalan Dusun Mong Daye Desa Kuta yang kondisinya berlumbang, berlumpur saat musim hujan seperti saat ini dan berdebu saat musim kemarau. Sedangkan di dalam Sirkuit dan di sekitar Sirkuit jalannya mewah dan megah,” ucap Koordinator Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM), Sudirman, Minggu, (28/11/2021).
Selain mengganggu dan menghambat aktivitas warga, kata pria yang juga pemilik Hotel The Hamlet Kuta, jalan desa yang berlubang dan berlumpur juga mengganggu serta dikeluhkan oleh wisatawan dalam dan luar negeri yang menginap di sejumlah Hotel, Villa dan Homestay yang ada di wilayah Desa Kuta. “ Di jalan – jalan Desa yang berlumbang dan berlumpur itu juga terdapat Hotel, Villa dan Homestay, setiap hari ramai dilintasi oleh tamu mancanegara dan domestik, dan mereka (wisatawan) sangat mengeluhkan kondisi ruas jalan Desa yang berlubang dan berlumpur. Bahkan saya selaku pemilik Hotel sering dikomplain oleh tamu yang menginap, mereka mengaku tidak nyaman melintas di jalan yang berlubang, berlumpur dan licin,” keluh Sudirman
Sudirman berharap kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah untuk serius menangani ruas jalan Desa yang berlubang, berlumpur, licin dan berdebu, terlebih lagi pada bulan Maret 2022 mendatang akan ada event MotoGP di Sirkuit Mandalika.” Mewakili masyarakat, kami minta kepada Pemdes untuk serius memperhatikan kondisi jalan Desa, tolong segera ditangani, diperbaiki, paling tidak ada program pengerasan jalan Desa sebelum event MotoGP 2022. Kami juga mempertanyakan, kok aneh tidak pernah ada kegiatan fisik yang dananya bersumber dari ADD atau DD (Dana Desa) Kuta. Apa karena Desa Kuta tidak punnya ADD/DD atau hanya menunggu jalan mulus imbas dari pengembangan KEK The Mandalika saja..?,” sebutnya
“Percuma ada publikasi PAD Rp. 69 miliar yang didapat Pemkab Lombok Tengah saat event IATC dan WSBK, kalau warga di sekitar Sirkuit tidak disejahterakan, ya walaupun tidak mampu mensejahterakan warga sekitar Sirkuit, paling tidak warga bisa menikmati jalan – jalan dusun yang tidak berlubang, berlumpur, licin dan berdebu,” sambung, Sudirman
SWIM mengancam akan menggelar aksi demo besar – besaran bersama warga jika Pemdes Kuta dan Pemkab Lombok Tengah tidak memperhatikan dan tidak segera memperbaiki jalan Desa yang ada di sekitar Sirkuit Mandalika. “ Persoalan jalan desa yang berlumpur, berlumbang, licin dan berdebu ini akan terus kami suarakan, kalau tidak segera direspon dan diperbaiki oleh Pemdes maupun oleh Pemkab Lombok Tengah selaku pihak yang bertanggungjawab terhadap kondisi jalan Desa, maka kami akan menggelar aksi Demo besar – besaran bersama warga, supaya semua orang tahu, bahwa kemegahan dan kemewahan Sirkuit Mandalika tidak sebanding dengan jalan desa yang berlubang, berlumpur, licin dan berdebu,” ujar Sudirman. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan