SHOPPING CART

close

Warga Setuju Asalkan PDAM Lombok Tengah Tak Bohong Lagi

PDAM Lombok Tengah
Kades Penujak, Lalu Suharto (kiri) bersalaman dengan Plt Dirut PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo (kanan) disaksikan personel Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Dit Krimsus Polda NTB di Water Treatment PDAM Lombok Tengah di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB, Kamis, (7/10/2021).

LOMBOK TENGAH | Personel Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Dit Krimsus Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) datang dan melihat secara langsung lumpur yang memenuhi aliran Sungai Penujak yang bersumber dari Limbah Pengolahan Air (Water Treatment) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah di yang ada di wilayah Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Kamis, (7/10/2021).

Tidak hannya turun ke aliran sungai, Personel Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Dit Krimsus Polda NTB juga melihat secara langsung proses pengolahan air baku yang bersumber dari Bendungan Batujai menjadi air bersih di Gedung Pengolahan Air PDAM Lombok Tengah.

Selain personel Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Dit Krimsus Polda NTB, Plt Direktur Utama (Dirut) PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo didampingi Dirtek PDAM Lombok Tengah, Lalu Sukemi dan Humas PDAM Lombok Tengah, Lalu Lutfi.

Tidak itu saja, Kepala Desa (Kades) Penujak, Lalu Suharto bersama perwakilan Forum Analisi Kebijakan Untuk Rakyat Republik Indonesia (FAKTA RI), Lalu Damar Wulan juga ikut turun langsung bersama Personel Polda NTB, dan jajaran PDAM Lombok Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Bidang Umum yang juga Plt Dirut PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo menegaskan, bahwa Limbah berupa lumpur yang bersumber dari Pengolahan Air PDAM Lombok Tengah tidak mengandung zat kimia dan tidak berbahaya untuk alam. “ Yang perlu diluruskan dan kami pertegas bahwa limbah tidak mengeluarkan bau, limbah tidak mengandung Zat Kimia dan tidak berbahaya. Persoalan Limbah yang dibuang ke sungai yang berdampak pada Lingkungan saja,” tegasnya

Untuk mengatasi persoalan Limbah tidak lagi dibuang langsung ke aliran Sungai, PDAM Lombok Tengah menawarkan kepada warga untuk membangun Bak sementara penampungan dan pengolahan limbah. “ InsyaAllah tahun 2022, dana Hibah dari Bank Dunia senilai Rp. 21 Miliar bisa terealisasi, karena syarat – syaratnya sudah kita lengkapi semua. Dana hibah itu nantinya digunakan untuk Sarana dan Prasarana Pengolahan Air termasuk juga untuk peningkatan Layanan. Jadi alternatif yang kami tawarkan kepada masyarakat yakni membangun Bak sementara penampungan dan pengolahan limbah, sambil menunggu dana hibah dari Bank Dunia, karena kondisi keuangan PDAM saat ini pas – pasan,” jelas Bambang

“Kondisi pengolahan air PDAM yang dibangun pada tahun 1994 dan mulai dioperasikan pada Tahun 1997 sudah saatnya diperbaharui, sehingga pelayanan Air Bersih khususnya kepada masyarakat Selatan bisa maksimal,” tutur Bambang

Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Penujak, Lalu Suharto setuju dengan tawaran PDAM Lombok Tengah untuk membangun Bak penampungan dan pengolahan limbah sementara. “ Kami menerima solusi Bak penampungan sementara, dengan catatan Bak permanen dibangun setelah ada anggaran. Dan pembangunan Bak penampungan sementara harus segera supaya saya tidak dikatakan bohong oleh masyarakat, buktinya dari tahun 2018 dijanji janjikan saja, tapi sampai sekarang tidak terlaksana. Untuk itu mohon segera dibangun bak sementara, jangan tunda – tunda lagi, dan apakah pengerjaannya secara gotong royong atau bagaimana terserah PDAM,” katanya

“Setiap ada persoalan limbah, arga demonya ke Kades bukan ke PDAM, dan keluhan masyarakat tidak bisa menanaman kangkung dan memanfaatkan aliran sungai karena Limbah Lumpur, terlebih lagi Desa Penujak juga desa wisata gerabah banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri datang ke Penujak, bahkan ibu Wakil Gubernur  juga pernah bertanya saat datang berkunjung ke Penujak, ini limbah apa, ya saya katakan Limbah PDAM,” sambung Lalu Suharto

Sementara itu, perwakilan FAKTA RI yang juga Humas FAKTA RI, Lalu Damar Wulan, meminta kepada PDAM Lombok Tengah untuk komitmen dengan janji – janjinya terkait dengan penanganan Limbah yang dibuang ke aliran Sungai. “ Persoalan limbah ini sudah lama, tapi tidak pernah ditanggapi secara serius, untuk itu PDAM harus komitmen dengan janji-janjinya, jangan bohong dan jangan pura – pura lupa ingatan. Warga setuju spa yang menjadi tawaran PDAM membangun Bak sementara penampungan Limbah, asalkan PDAM tidak Bohong lagi dan segera membangun Bak penampungan dan pengolahan Limbah permanen sesuai dengan yang diatur Undang – undang,” ujarnya. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Warga Setuju Asalkan PDAM Lombok Tengah Tak Bohong Lagi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2021
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

STATISTIK