SHOPPING CART

close

Satgas Covid-19 Lemah, RSUD Praya Minta Pengambilan Paksa Jenazah Corona di Usut Tuntas

Jenazah Covid-19
Ilustrasi Jenazah Covid-19 yang diambil paksa dari ruang perawatan Pasien Covid-19

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Tim Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta kepada aparat penegak hukum yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 Lombok Tengah untuk mengusut tuntas kasus pengambilan secara paksa Jenazah Pasien Covid-19 berinisial, G, laki -laki, 73 tahun, warga Manggu, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah yang meninggal dunia di ruang perawatan pasien Covid-19 RSUD Praya pada Tanggal 19 April 2021 sekitar Pukul 02.00 Wita. ” Kita sangat menyayangkan kejadian itu, dan kejadian serupa pernah terjadi pada bulan Oktober 2020 lalu dan sekarang terjadi lagi. Kita ingin ini diusut tuntas, kalau memang ada pihak -pihak yang bersalah harus ditegakkan hukum, karena kalau tidak akan menjadi kabar buruk dimasyarakat, nanti masyarakat dengan mudahnya membawa pulang Pasien maupun jenazah Positif Covid-19, dengan mudahnya merusak fasilitas umum, menjebol pintu dengan tidak menghargai kinerja tim medis dan kalau tidak diusut tuntas kejadian serupa bisa saja terulang kembali,” pinta dr. Yudha Permana, SpDV selaku Humas Tim Penanganan Covid-19 RSUD Praya, Lombok Tengah, Senin, (19/4/2021).
Pasien G kata dr. Yudha meninggal dunia dalam keadaan masih Positif Virus Corona atau Covid-19 berdasarkan hasil Swab PCR pada Tanggal 16 April 2021. ” Kalau dibawa pulang paksa imbasnya ke penularan Virus Corona. Memusalaran Jenazah Covid-19 tidak dilakukan sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19 tentu saja akan membuat penularan Virus kepada orang – orang sehat dan ini yang tidak kita kehendaki,” katanya
dr. Yudha mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, Almarhum G telah diberikan parawatan secara maksimal di ruang perawatan Pasien Covid-19 RSUD Praya. Dan setelah meninggal dunia, Tim Penanganan Covid-19 RSUD Praya langsung memberikan edukasi kepada pihak keluarga dan berkodinasi dengan aparat kepolisian Polres Lombok Tengah. ” Setelah kita memberikan edukasi, anak dan istri menerima Jenazah Almarhum ditangani sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19. Dan informasinya akan datang juga ke RSUD Praya Toga, toma, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah makan Sahur, tetapi sekitar Pukul 03.30 Wita tiba-tiba ada masa yang merasek masuk merusak paksa rantai pintu yang menjadi akse keluar masuk petugas dan berhasil masuk ke ruang perawatan pasen dan mengambil jenazah secara paksa. Lalu dinaikkan keatas Mobil Pick Up dan langsung dibawa dan itu sangat kita sayangkan,” ujarnya.

Pantauan suaralomboknews.com dari awal bulan Ramadhan 2021 sampai dengan saat ini, kinerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Lombok Tengah terlihat tidak berdaya dan tidak bisa berbuat banyak dalam memutus matarantai penularan dan penanganan Virus Corona.
Terbukti disejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah, salah satunya di Masjid Agung Lombok Tengah tidak lagi tersedia tempat cuci tangan dan tempat cuci tangan yang ada di Masjid Agung saat ini tidak lagi berfungsi alias rusak dan tidak terurus, terlihat kerumunan dalam jumlah banyak tanpa menjaga jarak sesuai dengan standar Protokol Kesehatan Covid-19.
Dan di sore hari, ribuan masyarakat berkumpul mengikuti pengajian umum di Masjid Jamik Praya, tanpa penerapan Protokol Kesehatan Covid-19. Bahkan banyak terlihat masyarakat yang mengikuti pengajian umum tidak menggunakan Masker. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Satgas Covid-19 Lemah, RSUD Praya Minta Pengambilan Paksa Jenazah Corona di Usut Tuntas

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

DPRD Lombok Tengah
Idul Fitri 1542 H

KATEGORI

April 2021
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

STATISTIK