Sterilisasi, RSUD Praya Disebut Bukan Jadi Sumber Penularan Covid-19

Sterilisasi, RSUD Praya Disebut Bukan Jadi Sumber Penularan Covid-19
Tim RSUD Praya bersama PMI dan Personil BPBD Lombok Tengah melakukan Sterilisasi Gedung RSUD Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (01/06/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Tim dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Tim Palang Merah Indonesia (PMI), BPBD Lombok Tengah dan Gugus Tugas Covid-19 Lombok Tengah melakukan Sterilisasi seluruh ruangan termasuk halaman RSUD Praya, Lombok Tengah dengan menggunakan larutan Disinfektan, Senin (01/06/2020).
Steriliasi itu dilakukan pasca terkonfirmasinya 10 orang Dokter, Perawat dan petugas Administrasi di RSUD Praya Positif Virus Corona atau Covid-19. Dan sebagai upaya RSUD Praya bersama Gugus Tugas untuk memutus mata rantai penularan dan mempercepat penanganan Covid-19 di Lombok Tengah.”Seluruh ruangan, halaman, depan, belakang, atas dan bawah sudah dilakukan sterilisasi besar – besaran bersama Tim RSUD Praya, PMI, dan BPBD Lombok Tengah,”ucap Direktur RSUD Praya, Lombok Tengah, dr. Muzakir Langkir, Senin (01/06/2020).
dr. Langkir membenarkan ada 10 Dokter di RSUD Praya yang terpapar Covid-19. Untuk menormalkan pelayanan kesehatan di RSUD Praya, kata dr. Langkir, akan memberdayakan Dokter yang tidak terpapar Covid-19.”Ada 10 Dokter kita yang Positif, termasuk ada juga Perawat. Dan kita akan berdayakan yang ada di dalam (dokter – perawat), apabila ada kekurangan baru ditindaklanjuti,”katanya
dr. Langkir juga menyampaikan, untuk menata ulang jadwal pelayanan kesehatan dan sterilisasi Gedung RSUD Praya, layanan di Poli RSUD Praya akan diliburkan pada hari Selasa, 2 Juni 2020.”Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap buka seperti biasa. Karena ada Dokter kita yang terpapar, jadi perlu penyusunan penugasan Dokter dan hannya Poli saja yang libur, itu juga sehari, dan hari Rabu, 03 Mei 2020 sudah normal lagi,”ungkapnya
dr. Langkir menduga, Dokter, Perawat dan staf Administrasi RSUD Praya tidak terpapar Covid-19 di RSUD Praya, mengingat para Dokter yang terpapar Covid-19 itu juga memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah Rumah Sakit Swasta dan Klik Kesehatan yang ada di wilayah Lombok Tengah.”Kita sudah menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik – baiknya. Alat Perlindungan Diri (APD) yang dikenakan tenaga kesehatan kita standar Covid-19. Jadi perlu ditelusuri juga Rumah Sakit Swasta dan Klinik tepat dokter kita membuka Praktik,”pintanya
Anggota DPRD Lombok Tengah dari Fraksi Gerindra, H. Muhdan Rum juga ikut ambil bagian dalam kegiatan sterilisasi RSUD Praya dan penyusunan Dokter yang akan memberikan pelayanan di RSUD Praya.
Didampingi Plt Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Murdi, AP. H. Muhdan Rum hadir dalam kegiatan Sterilisasi RSUD Praya untuk memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Praya¬† berjalan Normal pasca terkonfirmasinya 10 orang Dokter RSUD Praya dan untuk memastikan RSUD Praya bukan menjadi sumber penularan Covid-19.”Saya turun langsung, ikut melakukan sterilisasi dan saya melihat RSUD telah menjalankan Protokol Kesehatan dengan sangat baik. Jadi kalau tidak pernah masuk ke RSUD jangan ngomong yang tidak – tidak, jangan hannya bicara dilaur saja, tetapi tidak pernah masuk dan melihat langsung kesiapan dan keadaan di RSUD Praya,”ucapnya
Dalam rapat koordinasi dengan jajaran RSUD Praya, H. Muhdan Rum menyampaikan sejumlah harapan dan usulan kepada Direktur RSUD Praya, Lombok Tengah.”Saya minta, keluar masuk yang Positif dan Pasien yang memiliki gejala Corona di bedakan dengan Pasien Umum. Siapapun yang masuk ke RSUD Praya wajib hukumnya mengenakan Masker, dan kepada Puskesmas juga saya minta jangan sedikit – dikit Pasien dirujuk ke RSUD, baru batuk – pilek panas biasa dirujuk ke RSUD, semestinya ditangani dulu di Puskesmas, kalau memang ada gejala baru dirujuk ke RSUD Praya, supaya tidak terjadi penumpukan Pasien di RSUD Praya,”pintanya
Politisi Partai Gerindra Lombok Tengah itu juga meminta kepada Gugus Tugas Covid-19 Lombok Tengah untuk memeriksa keadaan sejumlah rumah sakit swasta yang ada diwilayah Lombok Tengah.”Saya tidak mau RSUD yang dikorbankan. Untuk itu saya minta kepada Dinas Kesehatan untuk mengecek kondisi dan keadaan rumah sakit swasta dan klinik kesehatan yang ada di Lombok Tengah, jangan-jangan dokter kita terjangkit disana (RS Swasta dan Klinik), karena dokter – dokter kita juga praktik disana,”ucap H. Muhdan Rum
H. Muhdan Rum merasaya sangat prihatin terhadap para tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.”Untuk itu saya mohon dengan sangat, mari kita sama – sama menaati imbauan pemerintah, jangan sampai karena sikap kita yang sok – sokan, lalu dokter – dokter kita yang menjadi korban,”pungkasnya. [slNews -rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan