SHOPPING CART

close

Tolak Karnaval Festival Pesona Bau Nyale 2019 di Kota Praya, Masyarakat Pujut Gelar Aksi 212

SUARALOMBOKNews.com – Lombok Tengah | Puluhan masyarakat dari Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung dalam Forum Krema Adat Kecamatan Pujut menggelar aksi demo ke Kantor DPRD Lombok Tengah, Kamis (21/2/2019).

Aksi demo masyarakat Kecamatan Pujut yang bertepatan dengan tanggal 21 Februari itu sebagai bentuk penolakan pelaksanaan Karnaval Festival Pesona Bau Nyale 2019 dilaksanakan di Kota Praya, Kecamatan Praya, Lombok Tengah pada Sabtu (23/2) mendatang.”Sangat tidak tidak pantas Karnaval Bau Nyale di laksanakan di Kota Praya, karena lokasi dan sejarah dari Budaya Bau Nyale (menangkap cacing laut) ada di Kecamatan Pujut,”ucap perwakilan Forum Krame Adat Kecamatan Pujut, Lalu Salahudin di ruang Banmus DPRD Lombok Tengah.

Selain itu masyarakat Kecamatan Pujut mengaku disingkirkan dan tidak dilibatkan oleh Panitia ditingkat Kabupaten Lombok Tengah maupun di tingkat Provinsi NTB dalam pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale 2019, dan masyarakat hanya dijadikan penonton di daerah sendiri.”Hak Paten, Peristiwa dan historisnya Bau Nyale itu ada di Kecamatan Pujut. Ini kan (Bau Nyale) acara masyarakat, Pemeritah hannya mendukung saja, tetapi faktanya, masyarakat tidak pernah dilibatkan, tidak pernah diajak bermusyawarah, dan kami hannya di jadi penonton di daerah sendiri. Jadi kalau Karnaval dilaksanaka di Kota Praya, artinya yang mau di promosikan kota praya, bukan mempromosikan Pariwisata di KEK Mandalika,” sambung Kadus Ujung Lauk, Desa Kuta, Abdul Mutalib.

Aksi demo masyarakat Kecamatan Pujut itu diterima Komisi I DPRD Lombok Tengah, Suhaimi.

Dalam kesempatan tersebut, Suhaimi menyampaikan, diperlukan aturan yang mengatur tentang Adat dan Budaya di Lombok Tengah, sehingga pelaksanaan adat dan budaya seperti Budaya Bau Nyale terencana dengan baik, tanpa ada pihak – pihak yang merasa dirugika dan diuntungkan.” Lokasi Bau Nyale tetap di pusatkan di Pantai Seger. Untuk itu diperlukan ada Perda tentang adat  dan budaya, sehigga masyarakat tidak menjadi penonton di daerah sendiri,” ujar Suhaimi.

Ditempat yang sama, Camat Pujut, Lalu Sunggul menyampaikan, pelaksanaan Karnaval Festival Pesona Bau Nyale merupakan salah satu kegiatan promosi dibidang Pariwisata.”Jadi lokasi pelaksanaannya bisa dilaksanakan dimana saja,”ucapnya.

Lalu Sungkul mengaku telah menyampaikan aspirasi masyarakat terkait dengan lokasi pelaksanaan Karnaval Festival Bau Nyale 2019. Namun, karena banyaknya peserta Karnaval dari 10 Kabupaten/Kota se – NTB di tambah lagi dengan peserta dari 12 Kecamatan se – Lombok Tengah, Panitia memutuskan lokasi pelaksanaan Karnaval dilaksanakan di Kota Praya, tanpa mengkesampingkan masyarakat dan sejarah Budaya Bau Nyale di Kecamatan Pujut.”Untuk kelancaran acara, diputuskan Karnaval dilaksanakan di Kota Praya, karena peserta Karnaval bukan dari Lombok Tengah saja, melainkan dari Kabupaten/Kota se – NTB, bahkan ada juga dari luar NTB,” ujarnya.

Setelah mendengarkan jawaban dari pihak Dewan dan Camat Pujut, dengan rawut wajah penuh rasa kecewa, puluhan masyarakat Kecamatan Pujut itu membubarkan diri dengan tertib. [slNews.com – erwin]

Tags:

0 thoughts on “Tolak Karnaval Festival Pesona Bau Nyale 2019 di Kota Praya, Masyarakat Pujut Gelar Aksi 212

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Februari 2019
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

STATISTIK