Warga Terdampak Tanah Longsor Aik Berik Menolak Direlokasi

Warga Terdampak Tanah Longsor  Aik Berik Menolak Direlokasi

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Hingga hari ke lima pasca  bencana Tanah Longsor yang mengakibatkan akses ruas jalan raya Dusun Pondok Gedang Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah terputus akibat tertibun material tanah Longsor, sekitar 8 Kepala Keluarga (KK)   yang terdampak Bencana Tanah Longsor masih menolak untuk di Relokasi ketempat yang lebih aman.

Mereka meminta lahan miliknya di bebaskan dan meminta dibangunkan rumah seperti rumah mereka yang ada saat ini.”Mereka menolak di Relokasi, mereka meminta ganti rugi lahan dan dibangunkan rumah seperti bangunan rumah mereka yang ada saat ini,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Lalu Nurpuri, Selasa, (6/12/2016).

Lalu Nurpuri mengungkapkan, permukiman termasuk Bangunan SD Negeri Pemotoh Barat di lokasi Bencana Tanah Longsor itu kondisinya sangat memrihatikan. Selain berada diatas teping yang Longsor tersebut, permukiman  termasuk bangunan SD itu berpotensi tergerus tanah Longsor, terlebih lagi saat ini wilayah tersebut setiap hari diguyur Hujan.” Upaya kami sudah sangat maksimal, kalau mereka tidak mau direlokasi, kami minta mereka membuat surat pernyataan dan kalau terjadi apa – apa kami tidak bertanggungjawab,” kesalnya.

Selain untuk mencegah timbulnya korban jiwa, relokasi warga dan bangunan SD itu juga untuk memudahkan penanganan bencana tanah Longsor tersebut.” Di permukiman warga itu akan digunakan sebagai jalan akses masuk alat berat, sehingga tebing  itu tidak longsor lagi, sehingga akses jalan raya yang ada di lokasi tanah longsor itu bisa dibuka kembali,” ujar Lalu Nurpuri.

Pada  hari Minggu, (4/12/2016) lalu kembali terjadi longsor susulan, akibatnya ruas jalan raya Pondok Gedang, yang sebelumnya bisa di lintasi kendaraan roda dua, saat ini sudah tidak bisa lagi dilintasi kendaraan roda dua, bahkan masyarakat sekitar takut beraktivitas di sekitar Tanah Longsor, karena kawatir terjadi Longsor susulan.” Pada saat longsor pertama, jalan itu masih bisa dilintasi pejalan kaki dan sepeda motor, dan setelah longsor susulan, jalan itu tidak bisa lagi dilintasi sepeda motor, bahkan warga takut  beraktivitas di lokasi longsor itu, kawatir terjadi longsor susulan,” sambung tokoh masyarakat Desa Aik Berik Abdul Kadir.

Sampai dengan saat ini lanjut Abdul Kadir, belum ada kata sefakat antara warga yang akan di Relokasi dengan Pemkab. Lombok Tengah. dan dirinya juga tidak mengetahui secara pasti apa alasan 8 KK itu menolak untuk direlokasi ketempat yang lebih aman.” Sebelumnya sudah ada pertemuan antara warga dengan Pemerintah, tetapi sampai dengan saat ini belum ada kata sefakat, saya juga tidak tahu apa alasan 8 KK itu menolak di Relokasi,” ujarnya. |rul

No Responses

Tinggalkan Balasan