Warga Sengkol Yang Positif Covid-19 Pernah Ikut Pemakaman dan Tahlilan

Warga Sengkol Yang Positif Covid-19 Pernah Ikut Pemakaman dan Tahlilan
Kepala Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Satria Wijaya Saraf

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Sekda NTB) selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas
Prov. NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengumumkan jumlah masyarakat NTB yang terkonfirmasi Positif Virus Corona atau Covid-19 dan yang sembuh dari Covid-19.
Dalam Press Release yang disampaikan H. Lalu Gita pada Kamis, 28 Mei 2020, 1 dari 28 Masyarakat NTB yang terkonfirmasi Positif Covid-19 merupakan warga Dusun Pampang Lauk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yakni :
Pasien nomor 564, an. Tn. LBNI, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sengkol,
Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.
Tn. LBNI diketahui bekerja sebagai Tenaga Kesehatan di Puskesmas Narmada, Kabupaten Lombok Barat dan masih berstatus non Aparatur Sipil Negara (ASN).”Yang bersangkutan bekerja di Puskesmas Narmada, dan setiap hari bolak – balik ke Narmada. Dan yang bersangkutan kurang lebih baru satu bulan bekerja di Puskesmas Narmada,”ungkap Kepala Desa (Kades) Sengkol, Satria Wijaya Saraf, Kamis (28/05/2020).
Satria menceritakan, kurang lebih satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang jatuh pada Hari Minggu, 24 Mei 2020, Pasien nomor 564, an. Tn. LBNI sempat ikut Pemakaman Kepala Dusun (Kadus) Pampang Lauk, Desa Sengkol dan dalam acara Pemakaman Kadus Pampang Lauk yang juga merupakan keluarganya, Pasien nomor 564, an. Tn. LBNI juga ikut berkumpul dengan banyak warga yang hadir di pemakaman tersebut.”Kadus yang meninggal itu merupakan Paman yang bersangutan, dan saya sendiri masih ada hubungan keluarga dengan dia (Pasien). Dia juga ikut dalam pemakaman dan bergaul dengan banyak warga, dan dia juga ikut Tahlilan. Terakhir saya lihat pada malam kesembilan Tahlilan Pamannya pada Malam Sabtu, (22/05/2020), atau sehari sebelum Lebaran dan sampai sekarang saya tidak pernah melihat dia lagi,”ceritanya
Untuk itu, Satria meminta kepada Gugus Tugas Covid-19 Lombok Tengah untuk segera melakukan Rapid Test terhadap kedua orang tua, saudara dan teman – teman dari Pasien nomor 564, an. Tn. LBNI.”Kalau bisa secepatnya dilakukan Rapid Test terhadap orang tua, saudara dan teman – teman, supaya penularan virus tidak meluas. Dan dia cuman sempat bercerita pernah membawa Pasien ke RSUP NTB yang memiliki Gejala Corona, dan saya sempat ingatkan untuk berhati – hati saja, karena dia juga masih ada hubungan keluarga dengan saya,”ucapnya
Malam ini, lanjut Satria, Pemdes Sengkol akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan pujut dan Gugus Tugas kabupaten terkait dengan langkah – langkah yang akan diambil dalam pencegahan Covid-19 di wilayah Desa Sengkol, khususnya di wilayah Dusun Pampang Lauk tempat Pasien nomor 564, an. Tn. LBNI tinggal.”Untuk langkah selanjutnya, malam ini saya yang juga selaku penanggung jawab Kadus Pampang Lauk, karena Kadusnya meninggal dunia, akan berkoordinasi dengan Kecamatan dan Kabupaten,”ujarnya. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan