Warga Penujak Lawan Maklumat Bersama Forkompimda Lombok Tengah

Warga Penujak Lawan Maklumat Bersama Forkompimda Lombok Tengah
Kepala Desa Penujak, Lalu Suharto

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Meskipun Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Lombok Tengah telah menerbitkan Maklumat  Bersama terkait panduan Ibadah Ramadhan, Idul Fitri 1 Syawal 1441 H / 2020 M dan aktifitas lainnya dalam rangka Ikhtiar Pencegahan Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Wilayah Kecamatan Praya Barat Daya masih berwarna Merah Covid-19, karena ada Pasien Bayi usia 7 bulan yang terkonfirmasi Positif Covid-19 dari Desa Kateng. Namun masyarakat Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah tetap akan melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H / 2020 M di 8 Masjid yang tersebar di 19 Dusun di Desa Penujak.”Masyarakat akan melaksanakan Shalat Idul Fitri, dan saya akan Betongkem (Tutup Muka) Jarang – Jarang,”kata Kepala Desa (Kades) Penujak, Lalu Suharto, Rabu (20/05/2020).
Delapan Masjid yang akan digunakan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri kata Lalu Suharto akan disiapkan Tempat Cuci Tangan dan akan  Disemprot Disinfektan sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19.”Masyarakat juga wajib mengenakan Masker, membawa sejadah sendiri dari rumah, dan selesai Shalat Idul Fitri tidak ada salam – salaman dan langsung pulang kerumah masing – masing,”ujar Lalu Suharto
Maklumat Bersama Forkompimda itu ditandatangani oleh Bupati Lombok Tengah H. Moh. Suhaili FT, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Ely Rahmawati, Ketua DPRD Lombok Tengah, M. Tauhid, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa dan Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol. CZI Prastiwanto, SE., Mipol pada Tanggal, 20 Mei 2020.
Maklumat Bersama itu diterbitkan berdasarkan hasil rapat evaluasi penanganan Covid-19 menjelang Idul Fitri 1441 H yang diselenggarakan oleh Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Tengah, yang dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD Lingkup Pemkab Lombok Tengah, MUI, Dewan Masjid Indonesia, Kepala Kantor Kementerian Agama dan Camat se-Lombok Tengah, pada Senin 18 Mei 2020, bertempat di Pendopo Bupati Lombok Tengah, serta menunjuk SK Gubernur NTB Nomor 003.2-504 Tahun 2020 tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 syawal 1441 H di tengah pandemi wabah Covid-19, tanggal, 19 Mei 2020,  maka ditetapkan hal-hal sebagai berikut:

1. Pelaksanaan ibadah selama Bulan Ramadhan dan sholat idul fitri 1441 H, tetap mengacu pada  maklumat bersama Forkompimda Lombok Tengah terkait panduan Ibadah Ramadhan dan idul fitri 1 syawal 1441 H dalam rangka ikhtiar pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Lombok Tengah, tanggal 28 april 2020, yang di antaranya menegaskan agar ibadah sholat jumat diganti shalat dzuhur di rumah masing-masing, tidak melaksanakan pawai takbiran melainkan dilaksanakan di rumah masing-masing tanpa melibatkan banyak warga, sholat idul fitri tetap dilaksanakan di rumah masing-masing, dan tidak menggelar kegiatan silaturahim atau halal bihalal, baik di masjid atau musholla dan di tempat-tempat umum lainnya.
2. Perayaan lebaran topat ditiadakan.
3. Pusat perbelanjaan dan toko-toko pakaian untuk sementara ditutup sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.
4. Pasar harian diputuskan tetap beraktivitas, dengan syarat menerapkan protokol kesehatan Covid-19. sedangkan pasar mingguan ditutup
5. Seluruh tempat wisata di kabupaten lombok tengah ditutup.
6. Mengantisipasi akan pulangnya pekerja migran indonesia (pmi) asal lombok tengah sebanyak kurang lebih 3000 orang, akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan saat kedatangannya, dan karantina kecamatan maupun desa harus disiapkan.
7. Untuk menjaga situasi masyarakat tetap terkendali, diterapkan sistem PSBD (Pembatasan Sosial Berskala Dusun) dalam artian di masing-masing dusun agar mengawasi dan membatasi mobilitas orang yang masuk ke dusunnya. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan