Warga Janapria Kaget Lokasi Proyek Penyangga Pasar Dipindah

Warga Janapria Kaget Lokasi Proyek Penyangga Pasar Dipindah
Ketua Kasta NTB Kecamatan Janapria, Suandi Kusuma Jaya (satu dari kanan)

SUARALOMBOKNEWS – LOMBOK TENGAH | Puluhan warga yang tergabung dalam LSM Kajian Dan Advokasi Serta Transparansi Anggaran Nusa Tenggara Barat (Kasta NTB) akan mendatangi Kantor Camat Janapria, Lombok Tengah, pada Selasa (20/8/2019) untuk mempertanyakan terkait dengan pemindahan lokasi pembangunan Program Penyangga Pasar senilai Rp. 600 juta dari Desa Janapria ke Desa Lekor, Kecamatan Janapria kepada Camat Janapria, H. Mahlan.”Besok (Selasa, 20/8) kami akan minta Camat Janapria untuk mengklarifikasi terkait dengan pelaksanaan Program Penyangga Pasar dan alasan Camat memindahkan lokasi pembangunan Penyangga Pasar dari Desa Janapria ke Desa Lekor,” ungkap Ketua LSM Kasta NTB Kecamatan Janapria, Suandi Kusuma Jaya, Senin (19/8/2019).
Jaya mengaku, dirinya selaku warga Desa Janapria kaget terhadap adanya program Pembangunan Penyangga Pasar.
Lebih kagetnya lagi kata Jaya, program pembangunan Penyangga Pasar dari Kementerian PUPR RI senilai Rp. 600 juta yang sejatinya di bangun di Desa Janapria, justru dipindah tanpa sepengetahuan warga termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Janapria ke Desa Lekor.”Kami tahu ada Program Pembangunan Penyangga Pasar dari Media. Setelah kami bertanya ke Pemdes Janapria, program Penyangga Pasar itu untuk dan diusulkan oleh Desa Janapria. Namun setelah anggarannya turun dari Pemerintah Pusat, Lokasi pembangunannya dipindah ke Desa Lekor, inilah yang akan kami luruskan, apa alasan dan dasar Camat Janapria memindahkan Lokasi Pembangunan Penyangga Pasar tersebut,”ucapnya
Jaya mendorong kepada aparat penegak hukum (APH) untuk memproses pelaksanaan pembangunan Program Penyangga Pasar yang saat ini masih dalam proses pengerjaan oleh Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Janapria.”Informasi terkait dengan pelaksanaan program pembangunan Penyangga Pasar ini sangat tertutup. Kami baru tahu program itu dari Media. Untuk itu kami mendorong APH untuk mengusut pelaksanaan Program Pembangunan Penyangga Pasar tersebut,”pintanya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan