Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Warga dan Anggota Dewan di Lombok Tengah Nyaris Baku Pukul

Warga dan Anggota Dewan di Lombok Tengah Nyaris Baku Pukul
Hamzan Wadi saat menunjuk - nunjuk Anggota DPRD Lombok Tengah, Ahmad Ziadi pada aksi Hearing warga Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur di Ruang Komisi IV Gedung DPRD Lombok Tengah, NTB, Selasa (17/9/2019).

SUARALOMBOKNEWS – LOMBOK TENGAH | Aksi Hearing warga Desa Beleka yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait dengan penolakan pemindahan lokasi Pembangunan Sentra Kerajinan Ketak dan Rotan dari Desa Beleka ke Desa Sengkerang di Ruang Komisi IV Gedung DPRD Lombok Tengah di Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah berlangsung ricuh, Selasa (17/9/2019).
Kericuhan berawal dari penjelasan Anggota Dewan Lombok Tengah, Ahmad Ziadi terkait dengan tindak lanjut dari persoalan pemindahan lokasi pembangunan Sentra Kerajinan Ketak dan Rontan yang dipersoalkan oleh warga Desa Beleka yang kurang diterima oleh salah seorang warga Desa Sengkerang, Hamzan Wadi.
Selain itu, kericuhan juga disebabkan karena, Hamzan Wadi tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan terkait dengan kronologis pemindahan pembangunan Sentra Kerajinan Ketak dan Rotan dari Desa Beleka ke Desa Sengkerang oleh Anggota Dewan yang menerima aksi Hearing warga Desa Beleka.”Diam kamu, (Ahmad Ziadi),”ucap Hamzan Wadi dengan suara lantang sembari menunjuk – nunjuk Anggota Dewan Lombok Tengah, Ahmad Ziadi.
Situasi kian memanas setelah Hamzan Wadi dan Ahmad Ziadi saling berbalas perkataan.
Hamzan Wadi yang tidak terima dengan penjelasan Anggota Dewan Lombok Tengah, berusaha menghampiri Ahmad Ziadi. Baku Pukul pun nyaris terjadi antara Hamzan Wadi dengan Ahmad Ziadi. Beruntung Aparat kepolisian dari Polsek Praya Tengah dan Polres Lombok Tengah yang mengamankan jalannya aksi hearing itu berhasil menenangkan dan meredam emosi Hamzan Wadi.
Hearing warga Desa Beleka itu diterima langsung oleh Ketua DPRD Lombok Tengah sementara, M. Tauhid didampingi sejumlah anggota Dewan Lombok Tengah, Sekwan Lombok Tengah Raden Mulyatno Junaidi, dan Kabag Humas DPRD Lombok  Tengah serta dua orang pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Lombok Tengah.
Karena tidak diterima langsung oleh Kadisperindag Lombok Tengah, H. Saman,  Warga Desa Beleka menolak Hearing terkait dengan penolakan lokasi pembangunan Sentra Kerajinan Ketak dan Rotan dengan anggota Dewan Lombok Tengah dilanjutkan.”Kami kecewa, yang hadir bukan Kepala Dinas. Kalau Kepala Dinas tidak hadir Hearing kita batalkan. Karena ini menyangkut kebijakan, semestinya yang dihadirkan, Bupati, Wakil Bupati termasuk Sekda Lombok Tengah. Dan ini sangat merendahkan kami, hak hak kami dilanggar dan diinjak – injak oleh Pemda Lombok Tengah, tanpa pemberitahuan lokasi pembangunan Sentra kerajinan Ketak dan Rotak dipindah ke Desa Sengkerang,”kesal Nasirudin, warga Desa Beleka.
Kabid Perindustrian Disperindag Lombok Tengah, Baiq Heny bersama Kasi Pembinaan dan Pengembangan Disperindag Lombok Tengah, Mariadi menyampaikan kepada peserta aksi Hearing, ketidak hadiran Kadisperindag Lombok Tengah, H. Saman  dikarenakan ada kegiatan lain di Kantor Bupati Lombok Tengah.”Ada Rapat di Kantor Bupati terkait dengan pembinaan Industri dan Kadis jadi Narasumber,”tutur Baiq Heny
Kerena warga menolak Hearing dilanjutkan, Ketua DPRD Lombok Tengah Sementara, M. Tauhid memutuskan untuk menghentikan Hearing bersama warga dan meminta kepada warga memberikan waktu kepada Anggota Dewan untuk berkomunikasi dengan Pemkab Lombok Tengah terkait dengan pemindahan lokasi Pembangunan Sentra Kerajinan Ketak dan Rotan tersebut.”Kita tunda sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Berikan kami waktu untuk membahasa persoalan Pemindahan lokasi pembangunan Pasar (Sentra Kerajinan) itu dengan Pemkab Lombok Tengah, nanti hasilnya kami sampaikan langsung kepada warga,”tutupnya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan