Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Usai Diperiksa Sebagai Tersangka, Camat Praya Barat Daya Langsung Dijebloskan ke Penjara

Usai Diperiksa Sebagai Tersangka, Camat Praya Barat Daya Langsung Dijebloskan ke Penjara
Camat Praya Barat Daya, Kamarudi (baju tahanan warna Orange) Tersangka Kasus dugaan Penggelapan Dana Marbot Masjid, didampingi penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah menuju Sel Tahanan Mapolres Lombok Tengah, Jumat (15/3/2019)

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Camat Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamarudin, SH langsung dijebloskan ke ruang tahanan Mapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan Penggelapan Dana Marbot Masjid se – Kecamatan Praya Barat Daya Tahun 2018, Jumat (15/3/2019).
Kamarudin dimasukkan kedalam Sel Tahanan Mapolres Lombok Tengah sekitar Pukul 16.00 Wita dengan mengenakan Baju Tahanan warna Orange bernomor 12.
Kamarudin datang memenuhi panggilan Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah sebagai tersangka sekitar Pukul 09.00 Wita dengan didampingi dua Orang Pengacara.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa menegaskan, perbuatan Camat Praya Barat Daya, Kamarudin telah memenuhi unsur tidak pidana Korupsi dan telah ditemukan dua alat bukti yang sah dan meyakinkan.” Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Hari ini kita lakukan penahanan. Unsur – unsur telah terpenuhi untuk ditindaklanjuti, dan sesegera mungkin kita limpahkan ke Jaksa,”tegas Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa didampingi Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang dalam Konerensi Pers penanganan Kasus dugaan Penggelapan Dana Marbot Masjid oleh Camat Praya Barat Daya, Jumat (15/3/2019).
Menurut AKBP Budi, alasan penyidik melakukan penahanan terhadap Camat Praya Barat Daya, Kamarudin karena perbuatan Camat Praya Barat Daya itu memiliki dampak sosial cukup tinggi khususnya ditengah – tengah masyarakat Kecamatan Praya Barat Daya, terlebih lagi dana yang diduga dikorupsi itu merupakan hak Marbot Masjid yang setiap harinya bertugas membersihkan, menjaga dan merawat Masjid.”Alasan lain tidak melarikan diri, tidak menghilangkan Barang Bukti dan kasus itu merupakan tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” ucapnya.
Selain memeriksa 85 Marbot Masjid sebagai Saksi, lanjut AKBP Budi, Penyidik juga telah memeriksa saksi – saksi yakni Kades Ungga, Kades Serage, Kabag Kesra Setda Lombok Tengah, Bendahara pengeluaran, Bendahara pengeluaran pembantu, Kasi Kesra Kecamatan Praya Barat daya, termasuk dari dua Camat, yaitu Camat Kopang dan Camat Batukliang Utara.” Hasil LHP Inspektorat juga sudah keluar dan ditemukan kerugian Negara sebesar Rp. 91 juta,” ujarnya.
Atas perbuatannya, Kamarudin dijerat Pasal 8 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman 3 sampai dengan 15 tahun penjara.
Berdasarkan Hasil Audit Inspektorat Nomor LHP/700/06/INS/RHS/2019/KH, 561-8-Maret 2019 telah mengeluarkan hasil perhitungan kerugian daerah sebesar Rp. 91 juta.
Saat ini, Camat Praya Barat Daya, Kamarudin mendekam di balik jeruji sel tahanan Mapolres Lombok Tengah. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan