Tolak Laporan Anak Durhaka, FKD Batukliang Apresiasi Sikap AKP Priyo

Tolak Laporan Anak Durhaka, FKD Batukliang Apresiasi Sikap AKP Priyo
Ketua FKD Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Agus Kusumahadi (kiri) - Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono (kanan)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Forum Kepada Desa (FKD) Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengacungkan jempol kepada Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono atas sikap tegasnya yang menolak mentah – mentah Laporan salah seorang Anak laki – laki asal Desa Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya yang melaporkan Ibu Kandungnya ke Polisi atas tuduhan penggelapan Sepeda Motor yang dibeli dari hasil penjualan tanah peninggalan Almarhum bapaknya.”Kami dari FKD Kecamatan Batukliang sangat mengapresiasi sikap dari Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah yang menolak atau mengabaikan laporan dari seorang anak terhadap ibu kandungnya,”ucap Ketua FKD Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Agus Kusumahadi melalui WhatsApp (WA) Minggu, (28/06/2020)
Menurut Pria yang menjabat Kepala Desa (Kades) Selebung, Kecamatan Batukliang itu Penegakan hukum selama ini masih berorientasi pada pemikiran hukum positivistik yang hanya bersandar pada aspek normatif saja. Aspek lain di luar hal yang bersifat normatif, legalitas formil pun diacuhkan.”Sumber hukum selain undang-undang, dianggap hal yang tidak penting untuk dijadikan pertimbangan apalagi menjadi dasar dalam pengambilan suatu keputusan hukum. Padahal jika ditelaah lebih mendalam, pondasi terbentuknya suatu peraturan perundang-undangan di Republik ini adalah Pancasila dan UUD 1945 yang mengandung muatan yang bersifat Transenden. Sehingga sikap yang diambil oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah kami nilai telah memberikan rasa Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Semoga ini bisa menjadi tauladan bagi kita semua,”ujar Agus Kusumahadi
Sebelumnya, seorang anak laki – laki asal Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) tega melaporkan Ibu Kandungnya sendiri atas tuduhan Penggelapan Sepeda Motor ke Polres Lombok Tengah.
Namun, laporan anak Durhaka itu ditolak mentah – mentah oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono.
Bahkan AKP Priyo rela melepaskan jabatan Kasat Reskrim demi membela seorang Ibu yang dilaporkan oleh Anak Kandungnya sendiri.
Kepada suaralomboknews.com, Sabtu (27/06/2020) via WhatsApp, AKP Priyo Suhartono menceritakan, laporan anak Durhaka terhadap Ibu Kandungnya sendiri itu berawal dari Sepeda Motor yang dibeli dari hasil penjualan tanah Almarhum Bapak Kandung Pelapor atau anak Durhaka dijual oleh Ibu Kandungnya.”Setelah Bapaknya meninggal dunia, anak itu (Pelapor) menjual tanah peninggalan Bapaknya seharga Rp. 200 juta. Dari hasil penjualan tanah diberikan kepada ibu kandungnya sebesar Rp. 15 juta dan oleh Ibu Kandungnya dipakai untuk membeli sepeda motor dan sepeda motor itu dipakai oleh saudara – saudara Pelapor. Kemudian sepeda motor itu dijual, dan Pelapor keberatan dan minta kepada Ibu Kandungnya untuk mengganti sepeda motor yang dijual tersebut. Tetapi Ibunya tidak mau, lalu dia (Pelapor) melaporkan Ibu Kandungnya sendiri atas tuduhan penggelapan,”ceritanya
AKP Priyo menegaskan, dirinya menolak seluruh laporan yang bersangkutan dan telah memerintahkan seluruh Anggotanya untuk tidak menindaklanjuti Laporan yang bersangkutan (Pelapor).”Jadi surat – surat sepeda motor masih berada ditangan Pelapor. Dan Pelapor ngotot ingin dilanjutan perkaranya, tetapi saya tolak. Tidak mungkin lah diteruskan, masa kita tega seperti itu (Anak Melaporkan Ibu Kandung), memang hukum harus ditegakkan, tetapi kita juga harus melihat dengan hati nurani juga,”tuturnya
Dikutip dari Video dengan logo akun facebook Lalu Satria yang didokumentasikan di Halaman Mapolres Lombok Tengah dengan judul “Viral Anak Ingin Mempenjarakan Ibu Kandungnya!!! Kasat Reskrim Polres Loteng Tegas Menolak” terlihat wajah Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono yang sedih dicampur kesal dan kecewa terhadap sikap Anak yang tega melaporkan Ibu Kandungnya sendiri.
Selain AKP Priyo dalam Video dengan durasi kurang lebih 13 menit 59 detik itu juga terlihat tingkah Anak Durhaka yang bersikukuh ingin laporannya ditindak lanjuti oleh pihak Kepolisian. Dan terlihat juga kesedihan dan kekecewaan seorang Ibu yang dilaporkan oleh Anak Kandungnya sendiri.
Dalam Video tersebut, Anak Durhaka tersebut terlihat kesal terhadap sikap Ibu Kandungnya yang menjual sepeda motor yang dibeli dari hasil penjualan tanah peninggalan Almarhum Bapaknya.”Kalau mau uang, saya kasih, asal jangan menjual motor,” ucap pelapor dalam Video tersebut
Lalu ucapan Pelapor langsung dijawab oleh AKP Priyo, dan AKP Priyo bersedia membeli Sepeda Motor yang dijual oleh Ibu Kandung Pelapor asalkan Pelapor tidak lagi mengungkit – ukit persoalan sepeda motor yang telah dijual oleh Ibu Kandung Pelapor. Bahkan AKP Priyo dalam Video tersebut dengan tegas rela melepaskan jabatan Kasat Reskrim demi membela Ibu yang dilaporkan oleh Anak Kandungnya sendiri.”Begini saja motor anda (Pelapor) itu saya beli dah, jangan kita jadi anak Durhaka, tolong dipikir, apa lagi ibu sendiri. Mohon maaf saya ini orang jauh dan sekarang saya akan melepas jabatan Kasat Reskrim dan sekarang saya sebagai masyarakat biasa sebagai orang Muslim dan mohon maaf sekarang sayang membela ibu anda. Kalau anda sampai mengejar motor itu dan sampai berselisih kami disini mengecap anda sebagai anak yang Durhaka, harga diri anda hannya sebatas motor itu anda tidak punnya harga diri sama sekali, anda laki – laki dalam rumah tangga menjadi imam kepada anak istri, dan kalau anak istri anda melihat kelakuan anda seperti ini terlalu rendah nilai anda dan ingat Karma itu berlaku dan sekarang sudah saya perintahkan kepada anggota saya tidak ada yang akan menindaklanjuti kasus itu,”ucap AKP Priyo dalam Video tersebut

Dalam video tersebut, Ibu kandung dari Pelapor tetap mempertahankan motor dan meminta BPKB kepada anaknya (Pelapor). Tetapi anaknya tidak mau memberikan BPKB Motor dan Pelapor menjawab permintaan ibu kandungnya dengan kata lebih baik membakar surat – surat sepeda motor.”Lebih baik saya bakar (Surat Kendaraan Bermotor), karena saya lelah membeli motor itu ke Sorum,”ucap pelapor dalam Video tersebut sembari menepuk Tas tempatnya menyimpan Surat – surat kendaraan bermotor yang diminta oleh Ibu Kandungnya.
Dihadapan Pelapor dan Ibu Kandung Pelapor serta warga yang mendampingi Ibu Kandung Pelapor dan Penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo memberikan nasehat kepada Pelapor untuk berbakti kepada orang tuanya.”Orang tua tidak akan pernah mengucapkan kata – kata kasar kalau anaknya berbakti. Ketika kamu menjadi orang sukses itu artinya Doa orang tuamu telah dikabulkan. Jangan dipikirannya cuman ada harta – harta saja, karena dibelakang pikiran harta itu ada setan, hati – hati itulah kenapa kita harus bersedekah, saling berbagi dan saling menolong sesama supaya kita jauh dari Setan,”pesan AKP Priyo
Diakhir Video tersebut, Pelapor terlihat tidak sedikitpun merasa bersalah dan langsung pergi meninggalkan Ibu Kandungnya, sedangkan Ibu Kandungnya meninggalkan halaman Mapolres Lombok Tengah bersama sejumlah warga yang mendampingi dan mengantarnya ke Mapolres Lombok Tengah. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan