TKI Asal Desa Selong Belanak Tewas Saat Memetik Buah Sawit di Malaysia

TKI Asal Desa Selong Belanak Tewas Saat Memetik Buah Sawit di Malaysia

SUARALOMBOKNews.com – Lombok Tengah | Nuralim, 31 Tahun, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Serangan, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah tewas saat tengah bekerja.

Nuralim tewas setelah perutnya tertusuk Pipa atau alat untuk memetik buah Sawit di perkebunan Sawit tempatnya bekerja di Daerah Kahang Timur, Johor Malaysia, pada hari Selasa, (27/2/2018)  pagi.

Jenazah korban diterbangkan dari Badara Kuala Lumpur Airport Malaysia, dan ditaba di Lombok Internasional Airport (LIA) Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada  Kamis (1/3/2018) malam.

Pihak keluarga langsung membawa Jenazah korban kerumah duka menggunakan Mobil Ambulance, dan pada Jumat pagi, (2/3/2018) Jenazah Korban di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Serangan, Desa Selong Belanak.

Tewasnya TKI asal Lombok Tengah saat bekerja di Malaysia itu dibenarkan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah R. Muliantoro B, Jum’at (2/3/2018).” Laporannya sudah kami terima, dan Kematian TKI itu murni kecelakaan kerja,” terang R. Muliantoro.

Muliantoro menceritakan, dari laporan yang diterima, korban menjadi TKI ke Malaysia melalui  PJTKI  PT. Cahaya Lombok. Seperti biasa korban melaksanakan pekerjaanya memetik buah sawit di perkebunan sawit milik perusahaan tempatnya bekerja. Pada saat memetik buah sawit, sambungan alat pemetik Buah Sawit yang digunakan korban terlepas dari sambungan, dan seketika itu langsung menghujam perut korban. Korban pun jatuh bersimpah darah dengan luka tusuk pada bagian Perut. Korban sempat dilarikan ke Klinik Kesehatan setempat oleh pihak perusahaan dan rekan korban, namun akibat luka tusuk parah pada bagian perut, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.” Sebelum meninggal dunia, Korban sempat dilarikan ke Klinik kesehatan. Dan Musibah yang dialami TKI itu murni kecelakaan kerja,” ceritanya.

Korban menjadi TKI ke Malaysia sejak Tahun 2012 lalu melalui jalur Resmi atau Legal. Selama bekerja di Malaysia korban terkenal Rajin dan taat pada aturan perusahaan.

Atas kedisiplinan dan kerajinannya itu, perwakilan dari perusahaan tempat korban bekerja, datang Melayat ke rumah duka, dan memberikan santunan kepada keluarga korban.” TKI ini terkenal sangat Rajin, hari ini (Jumat) Majikan korban datang Melayat kerumah duka, dan akan memberikan santunan kepada keluarga korban. Korban juga akan mendapatkan asuransi tenaga kerja yang nanti diurus PJTKI yang memberangkatkan korban ke Malaysia,” tutur Muliantoro.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah, memastikan Korban telah Oper Stay . Pasalnya dari Tahun 2012 korban tidak pernah pulang ke Indonesia untuk mengurus perpanjangan kontrak kerja.” Meskipun melalui jalur resmi, tetapi korban bisa di pastikan Oper Stay, untuk itu Dinas hannya memfasilitasi antara PJTKI dengan pihak keluarga, terkait dengan pengurusan klaim  dana asuransi korban,” ujar R. Muliantoro B.  (slNews – rul).

No Responses

Tinggalkan Balasan