Tips Protokol Isolasi Mandiri IDI Cabang Lombok Tengah

Tips Protokol Isolasi Mandiri IDI Cabang Lombok Tengah
Sekretaris Bidang Ilmiah dan Pendidikan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Lombok Tengah, dr Putu Ratna Darmayani, SpPA

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH |  Istilah Isolasi atau Karantina Mandiri semakin sering kita dengar terkait dengan penyebaran Virus Corona atau COVID-19.
Protokol Isolasi/Karantina Mandiri adalah  pembatasan seseorang yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.
Protokol ini dikeluarkan Pemerintah dengan tujuan untuk mengurangi penularan COVID-19.
Hal ini dilakukan karena Virus Corona mudah sekali menyebar dan dapat menyebabkan gejala yang berat dan berakibat fatal.
Dengan adanya Isolasi Mandiri diharapkan dapat mengurangi membludaknya pasien ke Rumah Sakit dan mencegah penyebaran COVID-19 ke warga yang rentan.
Protokol ini tidak diperuntukkan bagi semua orang.
Berikut adalah orang-orang yang disarankan untuk melakukan Protokol Isolasi Mandiri :
1. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah yang Endemis COVID-19 (baik di dalam maupun di luar Negeri) dalam 14 hari terakhir
2. Memiliki salah satu dari gejala COVID-19 yang ringan, seperti Batuk, Demam, atau Sakit Tenggorokan yang bisa diatasi di rumah, dan tidak memiliki penyakit penyerta, seperti penyakit Jantung, Diabetes, Hipertensi, atau penyakit Paru yang Kronis
3. Tinggal dengan orang yang memiliki gejala COVID-19
4. Telah menjalani rapid test COVID-19 dan hasilnya Positif, namun tidak mengalami gejala Isolasi Mandiri dilakukan selama 14 hari karena waktu 14 hari sebagai margin aman untuk memastikan bahwa seseorang tidak menyebarkan Infeksi ke orang lain.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan selama Isolasi Mandiri di rumah sesuai anjuran pemerintah :
1. Tetap Tinggal di Dalam Rumah.
Selama masa isolasi, Anda tidak boleh keluar rumah atau pergi ke tempat-tempat umum meskipun untuk bekerja.
Jika memungkinkan,  bisa bekerja dari rumah. Namun, apabila sakit, Anda dianjurkan untuk beristirahat dulu untuk sementara waktu hingga pulih.
Bila tadinya Anda memiliki gejala dan sembuh dalam waktu kurang dari 14 hari, Anda tetap harus tinggal di rumah dan menunggu hingga masa isolasi selesai.
Sebaiknya menghindari untuk menerima tamu.
Apabila selama masa isolasi ada keperluan ke luar rumah, seperti membeli makanan ataupun obat-obatan, maka mintalah orang lain yang tidak sedang menjalani isolasi untuk melakukannya.
Bisa juga memanfaatkan aplikasi layanan online
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Hindari kontak erat dengan orang-orang yang tinggal serumah.
Selama di rumah, Anda disarankan untuk berada di kamar yang terpisah dengan penghuni rumah lainnya. Kamar disarankan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Anda boleh keluar kamar namun tetap dalam batasan tertentu.
Saat sedang berada dalam satu ruangan dengan penghuni rumah lainnya, jaga jarak atau lakukan Physical Distancing.
Bila memungkinkan, ungsikan anggota keluarga yang rentan terhadap COVID-19, seperti lansia, pemilik penyakit kronis, penderita gangguan pernafasan, pasien tumor/kanker, pasien autoimun dan ibu hamil. Jaga jarak setidaknya sejauh 1,5-2 meter dan hindari bicara berhadap-hadapan dengan orang lain lebih dari 15 menit.
Apabila kamar mandi di rumah hanya satu, Anda harus menggunakan paling akhir, kemudian bersihkan kamar mandi dengan cairan disifenktan.
3. Menggunakan Masker.
Anda tetap disarankan untuk mengenakan
masker selama di rumah, yaitu masker  jenis
masker bedah, guna mencegah penularan kepada keluarga atau orang yang berada dalam satu rumah dengan Anda.
Apabila tidak ada masker, Anda disarankan untuk tidak berlama-lama dalam satu ruangan dengan penghuni rumah yang lain.
Bila salah satu penghuni rumah masuk ke dalam kamar isolasi, misalnya untuk mengantarkan makanan, Anda disarankan untuk memakai masker kain untuk mengurangi risiko penularan.
4. Gunakan perlengkapan yang terpisah.
Hal yang penting diperhatikan selama menjalani isolasi mandiri, yakni gunakan piring, sendok, garpu, dan gelas terpisah. Perlengkapan mandi, seperti handuk dan sikat gigi, juga harus terpisah dari penghuni rumah lainnya.

Sediakan tempat sampah atau kantung plastik khusus untuk membuang tisu yang Anda gunakan untuk batuk, bersin, dan membersihkan mulut atau hidung. Anda juga disarankan untuk rutin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti wastafel, gagang pintu, atau telepon, dengan cairan disinfektan.
5. Lakukan perilaku hidup bersih dan sehat.
Rajinlah mencuci tangan Anda dengan air mengalir dan sabun secara rutin.
Minumlah banyak air, minimal 8 gelas sehari, serta konsumsi makanan yang bergizi.
Anda juga disarankan untuk berjemur dan melakukan olahraga ringan di bawah sinar matahari setiap pagi selama 15–30 menit antara pukul 8 hingga 10 pagi agar tubuh Anda lebih bugar dan lebih cepat sembuh.
Pantaulah kesehatan Anda secara rutin dan mandiri, yaitu dengan mengukur suhu tubuh setiap hari dan mengamati gejala yang muncul. Bila demam, Anda bisa mengonsumsi obat yang mengandung paracetamol sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan obat.
Anda dapat tetap menjalin hubungan dengan anggota keluarga dan teman melalui telepon, video call, atau media sosial. Isolasi di rumah tidak berarti membuat Anda merasa tersisih dan kesepian.
6. Hubungi fasilitas kesehatan bila gejala memburuk
Apabila di tengah masa isolasi muncul keluhan baru atau keluhan yang Anda alami jadi memberat, misalnya demam tinggi disertai batuk terus-menerus dan sulit bernapas, segera hubungi puskesmas, klinik atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pastikan menggunakan masker dan menggunakan transportasi seperti taksi atau kendaraan pribadi (hindari transportasi publik). Bila memang diperlukan, rumah sakit akan mengirim ambulans khusus untuk menjemput Anda.
Bagi sebagian orang, isolasi di rumah bisa menjadi hal yang berat. Namun, cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah penularan virus. Dengan mencegah penularan virus, berarti Anda melindungi diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar Anda, bahkan seluruh masyarakat dari COVID-19.
Saat ini setiap orang tanpa kecuali, meskipun tidak ada gejala dan kontak dengan orang yang menderita atau dicurigai menderita COVID-19, disarankan untuk tetap tinggal di rumah dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama yang melibatkan banyak orang. Apabila memungkinkan, maka mintalah pilihan untuk bekerja atau belajar dari rumah.
Oleh :
Sekretaris Bidang Ilmiah dan Pendidikan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Lombok Tengah, dr Putu Ratna Darmayani, SpPA

No Responses

Tinggalkan Balasan