Tips IDI Lombok Tengah Mencegah Penularan Virus Corona

Tips IDI Lombok Tengah Mencegah Penularan Virus Corona
Bidang Ilmiah dan Pendidikan IDI Cabang Lombok Tengah, dr Baiq Hilya Kholida, SpN

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19.
Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
Coronavirus adalah virus zoonosis, artinya virus ini disebarkan melalui hewan dan manusia. Hewan yang menjadi sumber penularan COVID-19 ini sampai saat ini masih belum diketahui. Unta adalah hewan yang menularkan coronavirus penyebab MERS (MERS-CoV) ke manusia.
WHO mengumumkan kasus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui di daerah Wuhan City, Provinsi Hubei, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Tanggal 7 Januari, jenis baru virus ini diidentifikasi sebagai penyebab kasus tersebut. Penularan virus ini ke manusia belum pernah ditemukan sebelumnya. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa Negara, termasuk Indonesia. Pada tanggal 13 Maret 2020, WHO menetapkan pandemik Global Virus Corona. Di Indonesia sendiri, terdapat 2 kasus positif Covid-19 yang diumumkan pemerintah yang diumumkan pertama kali pada tanggal 02 Maret 2020 lalu.
Novel Corona Virus adalah jalur dari Virus Corona yang sebelumnya belum ditemukan pada Manusia. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa Inkubasi terpanjang 14 hari. Penyebaran mulai dari individu yang terinfeksi dari droplet atau udara dari batuk dan bersin, kontak dekat, seperti menyentuh objek atau permukaan yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata sebelum cuci tangan, dan kontaminasi feses (jarang).
Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Virus Corona diduga awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona bisa menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yakni Dengan tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19 Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.
Infeksi Virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan gejala seperti gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Selain itu dapat menimbulkan gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Apabila ada mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas,maka segeralah ke dokter, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona. Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Hal-hal yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis coronavirus yang mungkin menjangkiti Anda yakni melihat riwayat kesehatan Anda, termasuk gejala dan riwayat bepergian ke daerah yang memiliki kasus COVID-19. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah dan tes laboratorium terhadap dahak, sampel dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya.
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
Pneumonia, Gagal ginjal, trauma jantung akut, sindrom distress pernafasan akut dan kematian.
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita, menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup, menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh.
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19.
Cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini dengan pembatasan sosial dan melakukan pola hidup bersih dan sehat, yaitu  :
Menjaga jarak fisik dengan orang lain yakni dilarang berdekatan atau kontak fisik dengan orang, mengatur jarak terdekat sekitar 1-2 meter, tidak bersalaman, tidak berpelukan dan berciuman.
Sebisa mungkin untuk tinggal di rumah dan bekerja di rumah, jika memungkinkan dan kantor memberlakukan ini.

Hanya bepergian ke luar rumah untuk urusan yang sangat penting seperti membeli bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari atau membeli obat di apotek dan ke rumah sakit.
Hindari penggunaan transportasi umum (seperti kereta, bus dan angkot) yang tidak perlu, sebisa mungkin hindari jam sibuk ketika bepergian.
Apabila harus keluar rumah, gunakan masker dan berikan jarak lebih  1-2 meter dengan orang lain.
Lakukan cuci tangan rutin dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
Cuci sabun dilakukan minimal 20 detik  agar efekti dengan teknik yang benar. Sabun dapat merusak lapisan lipid yang mengelilingi virus.
Hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan. Hal ini karena mata, hidung dan mulut adalah jalan masuk virus ke tubuh kita
Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
Hindari memakan makanan mentah. Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Melakukan etika batuk yakni menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan dalam baju saat batuk atau bersin,  kemudian buang tisu ke tempat sampah.
Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan. Bersihkan dengan larutan disinfektan.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam dan memiliki riwayat bepergian ke negara/daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.
Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
Memakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
Jika Anda sakit, dilarang mengunjungi orang tua/lanjut usia.Jika tinggal satu rumah dengan mereka, maka hindari interaksi langsung dengan mereka.

Oleh :
dr Baiq Hilya Kholida, SpN
Bidang Ilmiah dan Pendidikan IDI Cabang Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)

No Responses

Tinggalkan Balasan