Tim PHO Tolak Proyek Pengaman Mata Air

Tim PHO Tolak Proyek Pengaman Mata Air

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Tim Serah Terima Pertama Pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) pada Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Lombok Tengah menolak hasil  Proyek Pengaman Mata Air  di Dusun Prabu Desa Prabu Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng).

Pasalnya, Proyek dengan anggaran sebesar Rp. 80 juta lebih tersebut sampai saat ini belum 100 persen dikerjakan.” Kami turun ke lapangan, hasilnya Proyek itu belum selesai dikerjakan. Setelah hasil pekerjaannya 100 persen baru kami terima,” terang Tim PHO KLH Lombok Tengah Muhamadun, Selasa, (27/12/2016).

Karena diduga pengerjaan Proyek Pengaman Mata Air di Dusun Prabu Desa Prabu Kecamatan Pujut itu bermasalah, KLH Lombok Tengah melapor ke Inspektorat Loteng dan meminta untuk dilakukan Audit terhadap pengerjaan Proyek senilai Rp. 80 juta lebih tersebut.” Sudah dilaporkan ke Inspektorat, dan inspektorat akan turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi proyek Pengaman Mata Air itu. Dan kami belum menerima hasil dari inspektorat,” kata Muhamadun.

Sementar itu terkait dengan dugaan Proyek Pengaman Mata Air itu hannya dikerjakan dengan 10 sag Semen dan 2 Truk Pasir Pasang, Muhamadun tidak bisa memberikan penilaian, karena persoalan fisik pekerjaan itu bukan menjadi ranah Tim PHO melainkan menjadi ranah Konsultan Pengawas dari Proyek Pengaman Mata Air tersebut.” Yang kami nilai apakah Pekerjaan itu sudah 100 persen atau belum, kalau masalah kualitas pekerjaan itu bukan ranah kami, melainkan itu tugas dari Konsultan pengawas, yang setiap hari ada di lokasi Proyek Pengamanan Mata Air itu,” ujarnya.

Jika dalam waktu dekat ini tidak ada etikad baik dari KLH Loteng  terkait dengan kualitas pekerjaan Proyek Pengaman Mata Air yang oleh warga Desa Prabu dianggap telah mensengsarakan masyarakat, Warga Desa Prabu akan membongkar Paksa Proyek Pengaman Mata Air tersebut.” Kami masih menunggu sikap dari KLH, kalau kualitas Proyek itu tidak diperbaiki, maka Proyek itu  akan kami bongkar, karena setelah Proyek itu dikerjakan, debit mata air yang di lokasi Proyek itu menurun dan sangat mensengsarakan masyarakat Desa Prabu,” sambung Sekretaris Desa (Sekdes) Prabu Lalu Guntur.

Untuk itu kata Lalu Guntur, atas nama warga maupun Pemdes Prabu Kecamatan Pujut Loteng, meminta kepada Tim PHO untuk tidak menerima hasil pekerjaan Proyek Pengaman Mata Air tersebut, dan meminta kepada KLH Loteng untuk bertanggungjawab serta meminta kepada aparat penegak hukum di Bumi Tatas Tuhu Trasna ini untuk mengusut Proyek yang telah mensengsarakan masyarakat tersebut.” Kalau Tim PHO menerima hasil pekerjaan Proyek itu, sama saja mereka (PHO) memakan uang Negara. Kami minta pertanggungjawaban KLH, karena Proyek itu bukannya membantu masyarakat , melainkan mensengsarakan masyarakat, dan kepada Jaksa maupun Polisi, tolong diusut Pengerjaan Proyek Pengaman Mata Air ini, terlebih lagi Proyek ini dikerjakan secara asal – asalan, dan kualitasnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” pinta Lalu Guntur. |rul

No Responses

Tinggalkan Balasan