Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Terkuak, Alasan Belasan Security Villa Selong Slow Mengundurkan Diri

Terkuak, Alasan Belasan Security Villa Selong Slow Mengundurkan Diri

SUARALOMBOKNEWS.com – Lombok Tengah | 16 dari 18 orang Security Villa Selong Slow di Dusun Jabon, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengundurkan diri.
Pengunduran belasan Security itu sebagai bentuk protes terhadap Manajemen Villa Selong Slow yang dianggap tidak berlaku adil terhadap hak – hak Security dan buntut dari tuntutan warga sekitar yang sampai dengan saat ini tidak direspon oleh pihak Villa Selong Slow.”Awalnya 1 tahun lalu ada Security yang dipecat, lalu kami mengusulkan penggantinya dari warga sekitar, tapi sudah 1 tahun lebih tidak ditanggapi pihak Villa Selong Slow. Karena tidak pernah ditanggapi 16 dari 18 Security mengundurkan diri,” ungkap Lalu Sahi selaku perwakilan 16 Security Villa Selong Slow yang mengundurkan diri tersebut, Selasa (29/1/2019).
Mantan Kepala Dusun (Kadus) Jabon, Desa Selong Belanak itu juga mengungkapkan, selain karena tidak diresponnya keinginan warga sekitar, mundurnya 16 orang Security Villa Selong Slow itu dikarena sistem kerja yang diterapkan oleh pihak Manajemen Villa Selong Slow diduga melanggar atau bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan.” Jam kerja tidak sesuai dengan isi Kontrak kerja, yang semestinya 8 Jam menjadi 15 Jam, bahkan lebih. Kelebihan jam kerja itu tidak dihitung lembur. Per bulan mereka (Security) menerima Gaji Pokok sekitar Rp.2 juta, diluar Service, tetapi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, baru mereka diperlihatkan pihak Villa Selong Slow setelah mau mengundurkan diri, kalaupun ada yang telah memegang Kartu BPJS Kesehatan, tapi tidak bisa digunakan, karena pihak Villa Selong Slow tidak pernah membayar iuran BPJS Kesehatan untuk karyawannya,”ucap Lalu Sahi.
Selain itu, Lalu Sahi meminta kepada pihak Villa Selong Slow menambah jumlah personil Security, karena jumlah Security yang dipekerjakan tidak sebanding dengan luas lahan dan jumlah Villa yang ada di PT. Selong Slow.” Villa itu sudah beroperasi lama, luas lahannya sekitar 18 hektar, dan ada 18 Villa yang sudah beroperasi. tapi hannya dijaga 18 Security saja, akibatnya jam kerja Security tidak sesuai dengan isi Kontrak kerja dan kelebihan jam kerja tidak dianggap lembur, apakah itu tidak dinamanakn penyiksaan,”ucapnya.
Untuk itu, Lalu Sahi meminta kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten maupun Provinsi serta Instansi terkait untuk turun langsung meihat Kondisi pekerja atau Karyawan yang diperkerjakan PT. Selong Slow.”Kalau Villa Selong Slow tidak mau menanggapi keinginan warga dan pemerintah tutup mata terhadap persoalan tenaga kerja di PT. Selong Slow, kami akan malakukan Demo besar – besar. Kami juga meminta pihak Pemdes Selong Belanak untuk tangap terhadap persoalan antara PT. Selong Slow dengan warga sekitar,”ancamnya.
Terhadap persoalan PT. Selong Slow dengan warga sekitar itu, Kepala Desa (Kades) Selong Belanak, Lalu Yahye mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PT. Selong Slow. hannya saja sampai dengan saat ini, pihak PT. Selong Slow belum memberikan jawaban terkait dengan tuntutan dan harapan dari warga sekitar Villa Selong Slow tersebut.” Apa yang menjadi tuntutan dan keinginan masyarakat, sudah saya sampaikan ke pihak Selong Slow, tetapi sampai sekarang belum ada jawab, dan akan saya desak terus, supaya persoalan antara Villa Selong Slow dengan masyarakat sekitar cepat selesai,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Villa Selong Slow, Rikardo yang dikonfirmasi SuaraLombokNews.com via Telephone dan WhatsApp, tidak memberikan jawaban apapun terkait dengan persoalan antara Villa Selong Slow dengan Warga sekitar tersebut. [slNews.com – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan