Tak Laksanakan Penangan Covid-19, Suhaili Siap Tanda Tangani SK Mutasi Kepala Puskesmas Sambil Lari

Tak Laksanakan Penangan Covid-19, Suhaili Siap Tanda Tangani SK Mutasi Kepala Puskesmas Sambil Lari
Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT, SH

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Wakil Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip menyebutkan banyak Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas di Lombok Tengah yang tidak mengaktifkan Handphone (Hp) disaat tengah dalam pencegahan penularan dan penanganan Virus Corona atau Covid-19.”Saya pantau, setelah ditelphone dari 24 kepala Puskesmas, setengahnya matikan Hp. Tolong Pak Kadis Kesehatan di Kontrol dan dipantau para Kepala Puskesmas itu,” sebut H. Lalu Pathul Bahri dalam Rapat Evaluasi pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Tengah yang dipimpin oleh Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT, SH bersama jajaran Forkompimda, MUI, Baznas, Direksi BUMN/BUMD, Kepala SKPD dan para Camat Lingkup Pemkab Lombok Tengah di Pendopo Bupati Lombok Tengah, Selasa, (31/03/2020).
Dalam rapat tersebut, H. Lalu Pathul Bahri juga menyampaikan keluhan dari salah seorang Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Praya Barat Daya yang melaporkan terkait dengan kondisi warganya yang memiliki gejala penyakit mirip Virus Corona tidak direspon cepat oleh petugas hotline service Covid-19 Kabupaten Lombok Tengah.”Bahkan ada Kades yang melapor tetapi dijawab tidak ada APD (Alat Perlindungan Diri) oleh Nomor Hp yang ada di SE (Surat Edaran) itu,”ucapnya
Ditempat yang sama, Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT, SH memerintahkan kepada Sekda Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelarihan (BKPP) Lombok Tengah, H. Muh Nazili untuk mengambil langkah tegas terhadap kepala Puskemas yang tidak mau melaksanakan tugas dalam pencegahan dan penanganan Covid – 19.”Kalau ada Kepala Puskesmas yang tidak mau melaksanakan tugas dengan baik, Saya perintahkan Pak Sekda dan BKPP untuk segera dipindah. Diganti saja, tidak perlu Pansel, saya bisa tanda tangan SKnya sambil Lari,”perintahnya
Suhaili juga menyebutkan, para pejabat di Lingkup Pemkab Lombok Tengah sampai dengan pejabat ditingkat Desa, hannya mau melaksanakan tugas jika ada perintah tanpa dilandasi dengan kesadaran dan keikhlasan bersama.”Untuk kesuksesan pencegahan dan penanganan Covid-19, dibutuhkan kesadaran dan keikhlasan kita bersama. Terlebih lagi kita yang sudah bersumpah menjadi pelayan masyarakat. Saya keliling kesemua wilayah Lombok Tengah secara diam diam. Dan para Pimpinan yang ditugaskan di Kecamatan, Desa dan Kelurahan juga masih ogah – ogahan, itu hasil evaluasi saya. Mohon maaf pencegahan dan penanganan Covid-19 tidak cukup dengan SE saja, tetapi tanpa hasil saya tidak suka. Untuk itu saya perintahkan dan tolong dicamkan baik – baik, Camat jangan pernah meninggalkan wilayahnya, Camat wajib tahu kondisi dan situasi wilayahnya sampai ketingkat Dusun. Camat jangan hannya menunggu dari Kabupaten saja, meskipun anggaran belum ada, perbuat apa yang bisa diperbuat dan dilaksanakan. Dan Alhamdulillah sampai dengan saat ini Masyarakat kita kondisnya sehat, belum ada yang Positif dan ini harus kita pertahankan, dengan kesatuan dan kebersamaan kita. Kita harus bertindak tegas, kalau ada yang tidak sama pemikirannya, kita berikan tindakan tegas,” ancamnya
Suhaili juga memerintahkan kepada SKPD yang menjadi koordinator masing – masing wilayah untuk terus turun kewilayah kecamatan yang menjadi binaannya untuk memberikan sosialisasi terkait dengan pelaksanaan SE pencegahan penularan dan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.”Dinas yang menjadi koordinator penanggungjawab Kecamatan jangan hannya omong saja, tetapi jarang turun kelapangan.Jangan hannya menerima laporan lewat Telphone saja. Untuk itu Kendaraan Dinas di masing – masing Dinas pasangkan alat pengeras suara, keliling ke semua Kecamatan untuk mengingatkan Masyarakat tentang pencegahan dan penanganan Covid-19,”tegasnya
Sesuai dengan SE Pencegahan Penyebaran dan Penanganan Covid-19, Suhaili kembali menegaskan, semua pihak harus melaksanakan dan menaati SE tersebut.”Tidak bisa ditawar – tawar lagi, kita harus tegas, bagi warga yang baru datang dari Daerah Transmisi Lokal, wajib hukumnya di Screening di Ruang Karantina di Gedung RMI depan Bandara Internasiola Lombok (BIL). Untuk Sholat Jumat disemua masjid di Lombok Tengah untuk sementara ditiadakan, dan diganti dengan sholat Zuhur dirumah masing-masing. Nyongkolan untuk sementara haram hukumnya, termasuk berkumpul dengan melibatkan masyarakat banyak juga haram. Untuk itu tolong kepada Aparat Kepolisian, TNI untuk memberikan tindakan tegas, demi kebaikan kita bersama,”pesannya
Suhaili juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Lombok Tengah untuk tetap tenang dan waspada terhadap Covid-19. Dengan mengurangi aktivitas diluar rumah, menjaga kebersihan, tidak berkumpul dengan jumlah banyak, menjaga kesehatan, dan rajin mencuci tangan serta tetap menggunakan Masker.”Untuk APD akan segera kita adakan dalam jumlah banyak untuk tenaga kesehatan termasuk untuk Anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Masker juga akan kita beli. Untuk itu mari kita terapkan pola hidup sehat, jaga kebersihan, dan rajin – rajin mencuci tangan dengan sabun,”imbaunya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan