Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tak Kunjung Bayar Utang, PLTMH PT SDI di Lombok Tengah Disegel Warga

Tak Kunjung Bayar Utang, PLTMH PT SDI di Lombok Tengah Disegel Warga
Pintu masuk saluran Air PLTMH milik PT. SDI di Dusun Pondok Gedang, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara yang disegel warga, Sabtu (23/3/2019)

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Sejumlah warga Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) selaku Sub Kontraktor (Subkon) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) milik PT. Sumber Daya Investasi (SDI) di Dusun Pondok Gedang, Desa Aik Berik, menyegel Pintu kelur masuk ke Saluran Air PLTMH milik PT SDI dengan membentangkan spanduk, Sabtu (23/3/2019).
Dalam spanduk itu, warga menulis ungkapan kekecewaan terhadap sikap PT. SDI yang sudah 6 tahun tidak mengembalikan sertifikat tanah milik warga dan sudah 6 tahun PT. SDI tidak membayar Utang material dan upah kerja kepada Subkon Proyek PLTMH.”6 Tahun yang lalu, janjinya (PT. SDI) pekerjaan selesai langsung dbayar, tapi sampai sekarang, ongkos pemasangan Talut dan harga Material tidak kunjung dibayar,”ungkap Subkon Proyek PLTMH PT. SDI, H. Sudirman, warga Dusun Pondok Gedang, Desa Aik Berik, Sabtu (23/3/2019).
Sudirman mengaku, dirinya bersama 4 orang Subkon yang sampai sekarang belum menerima pembayaran upah kerja dan Material, sudah berulang kali menagih janji PT. SDI, namun PT. SDI hanya memberikan harapan tanpa ada kejelasan kapan ongkos kerja dan material Proyek PLTMH itu dilunasi.” Sudah sering kami tagih, tapi jawabanya sabar dulu, dan akan segera diselesaikan,”ungkapnya.
Sudirman merinci, total Utang PT. SDI kepada lima Subkon Proyel PLTMH itu mencapai Rp. 1 miliar lebih.” Totalnya Rp. 1 miliar lebih,”tuturnya.
Sudirman meminta kepada PT. SDI untuk segera melunasi utang ongkos kerja dan Material proyek PLTMH tersebut.”Kami juga butuh makan, kami juga setiap hari ditagih Tukang dan Peladen. Kalau Sampai bulan April belum dibayar, Kami juga akan menyegel seluruh Fasilitas PLTMH ini,”ujarnya.
Sampai dengan berita ini dimuat di SuaraLombokNews.com, PT. SDI belum bisa dikonfirmasi terkait dengan belum dibayarnya ongkos kerja dan material para Subkon Proyek PLTMH tersebut. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan