Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sumum Diminta Bertanggungjawab Dibalik Aksi Pengeroyokan Siswi SMP di Lombok Tengah

Sumum Diminta Bertanggungjawab Dibalik Aksi Pengeroyokan Siswi  SMP di Lombok Tengah
LSM Suaka NTB, Bustomi Taipuri

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | LSM Suaka Nusa Tenggara Barat (NTB, Bustomi Taipuri menilai pihak yang paling bertanggungjawab terhadap aksi brutal puluhan Sisiwi SMP Negeri di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB yakni siswi dari SMPN 1, 2 dan 3 Pujut yang melakukan pengeroyokan dan penganiyaan terhadap Siswi Kelas VIII SMPN 1 Pujut berinisial Baiq N yang kejadiannyan direkam menggunakan Camera Handphone oleh para Sisiwi yang berada di lokasi pengeroyokan di Pintu Masuk Lapangan Mandalika Sengkol, Kecamatan Pujut pada Bulan Februari 2019 lalu yakni Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Sumum dan ketiga Kepala Sekolah SMP di Kecamatan Pujut tersebut.”Yang paling bertanggung jawab adalah Kadis Pendidikan dan terutama Kepala Sekolah. Mereka (Kadis Pendidikan dan tiga Kepala SMP) mestinya mengundurkan diri atau kalau tidak diberhentikan dari jabatannya,”tegas Bustomi Taipuri, Jumat (15/3/2019).
Menurut pria yang akrab disapa Omik itu, aksi brutal dan premanisme puluhan Siswi SMP Negeri di Kecanatan Pujut itu akibat dari kegagalan Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah untuk mewujudkan tujuan dari Pendidikan yang sesungguhnya.”Ini akibat dari kegagalan Kadis Pendidikan untuk mewujudkan tujuan dari Pendidikan,” ucapnya.
Terhadap Sisiwi yang menjadi korban pengeroyokan dan penganiyayaan, Omik menyarankan kepada Dinas Pendidikan maupun kepada pihak – pihak terkait di Pemkab Lombok Tengah untuk melakukan pendampingan, sehingga tidak mengalami trauma berkepanjangan.”Terhadap anak yang menjadi korban harus dilakukan proses penyembuhan baik secara fisik maupun psikologis. Dan harus dilakukan pendampingan agar tidak mengalami trauma berkepanjangan,”sarannya.
Omik berharap, ada komunikasi antara Dinas Pendidikan bersama pihak Sekolah dengan para orang tua korban maupun terduga pelaku pengeroyokan, termasuk dengan aparat Kepolisian Polres Lombok Tengah, sehingga kasus pengeroyokan dan penganiyayaan itu tidak berlanjut ke Proses Hukum, mengingat sisiwi yang diduga melakukan Pengeroyokan itu masih dibawah umur.”Kalau di giring ke ranah hukum anak – anak ini masih dibawah umur dan kita tidak ingin anak – anak ini mengalami ketakutan yang berlebihan. Untuk itu diharapkan kita semua harus bijak melihat persoalan ini,”ujarnya.
Terpisah, kepada SuaraLombokNews.com, Jumat (15/3/2019), Bupati Lombok Tengah, H. Muh. Suhaili FT, SH menyesalkan kejadian pengeroyokan dan penganiyaan antar para Sisiwi di SMP di Kecamatan Pujut tesebut.”Ini termasuk bagian dari karakter yang harus diperhatikan, bagaimana cara kita menanamkan budi bekerti, dan itulah tugas pendidik, dan para Guru,”pungkasnya. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan