Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sukses Dibidang Hortikultura, Desa Katang Kedatangan Tamu dari Petani Desa Arjangke

Sukses Dibidang Hortikultura, Desa Katang Kedatangan Tamu dari Petani Desa Arjangke
Petani Desa Arjangke, Kecamatan Pringgarata menggelar widya wisata ke Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB, Rabu (25/9/2019).

SUARALOMBOKNEWS – LOMBOK TENGAH | Sejumlah petani dar Desa Arjangke, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah menggelar Widya Wisata ke Kelompok Tani Beriuk Maju di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (25/9/2019).
Selain didampingi Penyuluh, kegiatan Widya Wisata Petani dari Desa Arjangke ke Desa Kateng itu juga didampingi dan difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah.”Widya Wisata itu bertujuan dalam rangka melihat kegiatan budidaya pertanian khususnya hortikultura, seperti tanaman Cabe, Melon, Semangka dan Bawang Merah yang menjadi komoditas andalan di Kelompok Tani Beriuk Maju Desa Kateng,”kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah, Lalu Iskandar, Kamis (26/9/2019).
Tujuan lain Widya Wisata kata Lalu Iskandar, untuk meningkatkan kelembagaan Petani atau Capacity Building.”Dengan sistem kunjungan lapangan, Petani bisa berinteraksi langsung dengan para pelaku untuk belajar mulai dari on-farm sampai off-farm dan meliat sendiri dilapangan sehingga kedepan methode ini yang harus dilakukan,”ungkapnya
Menurut Penyluh Pertanian Desa Arjangke, Saparudin, S.St minat petani di desa binaannya terhadap komoditas hortikultura semakin meningkat. Hal itu di karenakan prospek komuditas tersebut semakin menjanjikan di masa yang akan datang.”Atas dasar itu Petani Desa Arjangke melaksanakan Widya Wisata ke Desa Kateng,”ucapnya
Desa Kateng lanjut Penyuluh Pertanian Desa Kateng, Baiq Evi Rosita, SP, Komoditas Bawang Merah yang menjadi bahan bumbu Dapur itu telah mengangkat nama Desa Kateng menjadi Sentra pengembangan Bawah Merah di Kabupaten Lombok Tengah.” Namun masalah utama yang di hadapai dalam budidaya hortikultura Bawah Merah, antara lain biaya produksi yang tinggi, fluktuasi harga dan resiko kegagalan karena serangan hama penyakit,”paparnya
Widya Wisata yang digelar Petani Desa Arjangke itu mendapat Apresiasi dari Koordinator PPL Kecamatan Praya Barat, Lalu Abdurrazak, S.St.”Kunjungan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi para peserta widya wisata saja tetapi juga bagi para petani di kecamatan Praya Barat . Kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana bertukar informasi tentang teknologi budidaya juga pemasaran,”ucapnya
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Beriuk Maju, Desa Kateng, Lalu Junaidi memaparkan kesuksesan dan pengalamnnya mengembangkan berbagai jenis Komoditas Holtikultura. Mulai dari menanam cabai, Melon, Semangka dan Bawah Merah.”Tahun 2017, saya menanam cabe diatas lahan seluas 30 Are dengan pendapapatan bersih Rp. 50 Juta. Dan pada tahun 2018, Saya menanam Cabe lagi diatas lahan seluas 1,25 Ha dengan pendapatan bersih mencapai Rp. 150 Juta. Pada tahun 2019, saya kembali menanam Cabe, namun hasilnya, tidak seperti tahun – tahun sebelumnya, karena harga cabai anjok,”ceritanya
“Untuk tanaman Melon, Pada tahun 2018 saya menanam diatas lahan seluas 10 Are, hasil panennya mencapai Rp. 18 juta, Karena melon sendiri memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan misalnya melon jenis golden sudah di beli oleh pengepul untuk di pasarkan di Mall,”ujar Lalu Junaidi. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan