Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Suhaili Sebut Sikap Kades di Lombok Tengah Sudah Keterlaluan

Suhaili Sebut Sikap Kades di Lombok Tengah Sudah Keterlaluan
Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT (Kiri) menyerahkan Piala Bergilir MTQ kepada Camat Janapria, Mahlan (kanan) pada pembukaan MTQ ke XXVIII Tahun 2019, Tingkat Kabupaten Lombok Tengah di Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Jumat malam (1/3/2019)

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), HM. Suhaili FT, SH menyampaikan kemurkaannya terhadap minimnya tingkat kehadiran Kepala Desa (Kades) se – Lombok Tengah pada acara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke – XXVIII Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Lombok Tengah, yang digelar di Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, NTB, pada Jumat malam (1/3/2019).”Bagaimana kita mau menumbuhkembangkan Al Qur’an, kalau pemimpinnya (Kades) Malas. Jangankan Kades diluar Janapria, didalam Janapria saja yang hadir ada dua,”kesal HM. Suhaili FT, SH dalam sambutannya saat membuka MTQ ke – XXVIII Tahun 2019 di lapangan SMP Negeri 1 Janapria di Kecamatan Janapria, Jumat malam (1/3/2019).
Suhaili meminta kepada para pemimpin, mulai dari tingkat, RT, Kepala Dusun, Kades, Lurah, Camat dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggunakan momentum MTQ sebagai tempat untuk memperbaiki diri.” Kita jangan hannya sebagai petugas pelayan masyarakat saja, yang tujuannya hannya untuk memenuhi tuntutn dan kewajiban semata. Mari kita landasi dengan tulus ikhlas, sehingga mendatangkan manfaat dan kemaslahatan untuk semua masyarakat Lombok Tengah,”pintanya
Dulu kata Suhaili, Kades hannya menerima gaji Rp. 300 ribu yang dibayar tiga bulan sekali. Namun sekarang, setelah adanya Dana Desa (DD) dan dana lainnya yang diperuntukkan untuk Desa, Gaji Kades sama dengan ASN Golongan II.”Kalau dulu – dulu Kades honornya hannya Rp. 300 ribu, itu pun diterima per triwulan. Sekarang Kades menerima gaji Rp. 4 – Rp 5 juta per bulan, tapi paling Males,”ungkapnya.
Suhaili mengaku sudah berulang kali memperingati dan menasehati para Kades se Lombok Tengah untuk menjalankan amanah dengan sebaik – baiknya, dan tidak menjadi raja – raja kecil di Desa
Suhaili juga mengaku, sikap dan tingkah laku Kades se – Lombok Tengah sudah sangat keterlaluan. para Kader Pembangunan dan Kader Posyandu yang satusnya masih sukarela pun dipecat hannya gara -gara tidak dipilih pada saat Pilkades.” Sudah sering saya ingatkan, jangan mentang – mentang dipilih oleh masyarakat, lalu mau menjadi Raja – raja kecil Desa. Ini sudah keterlaluan, katanya (Kades) dipilih oleh masyarakat, lalu kewenangannya tidak terbatas, terus semua mau disapu (pecat), Kader – kader Pembangunan dan Posyandu yang sukarela, karena tidak dipilih lalu diberhentikan, bahkan kalau bisa memecat masyarakat, akan dia (kades) pecat masyarakat yang tidak memilihnya,”kesalnya.
Selain itu, lanjut Suhaili, karena dipilih langsung oleh masyarakat, Kades di Lombok Tengah selalu merasa diri paling benar dan boleh bebuat sesuka hatinya.”Masyarakat saja yang ingin dilihat banyak datang di MTQ , tetapi pimpinannya malah tidak hadir. Dia (kades) meras diri paling benar dan paling boleh berbuat. Ingat jabatan itu amanah, bagaimana masyarakat mau ikut berpartisifasi kalau pemimpinnya hannya memikirkan kepentingannya sendiri”geramya.
Suhaili berharap pelaksanaan MTQ bisa dijadikan wahana untuk menumbuhkembangkan Al Qur’an di Bumi Tatas Tuhu Trasna.”Yang paling penting bagimana semangat membaca Al Qur’an semakin tumbuh, bagimana generasi kita tidak hannya sekedar mengenal, membaca, dan menghapal Al Quran, tetapi juga bisa memahami dan mengamalkan Al Quran,”harapnya.
Suhaili juga mengatakan, kegiatan MTQ bukan hannya sekedar kegiatan seremonial dan lomba semata, melainkan kegiatan yang tujuannya untuk membangun mental dan membangun umat manusia seutuhnya.” Jadi  jangan dianggap remeh (MTQ). kegiatan ini jauh lebih penting dari pembangunan  fisik semata, seperti pembangunan jalan, kantor dan lain lain. Hasilnya tidak dilihat dalam sebulun dua bulan. Ini investasi dan hasilnya nanti akan dilihat dari kehidupan masyarakat,”ujarnya.
Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, Kapolres Lombok Tengah AKBP Budi Santosa, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, HM. Nursiah,  Ketua DPRD Lombok Tengah H. Achmad Puaddi, dan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah, Ketua MUI Lombok Tengah, para kepala OPD, Camat se – Lombok Tengah dan sejumlah Kades serta para Tokoh Agama, Masyarakat se Kecamatan Janapria.
MTQ ke XXVIII tahun 2019 yang diikuti oleh 715 Qori dan Qoriah perwakilan dari 12 Kecamatan se – Lombok Tengah dilaksanakan dari tanggal 1 – 7 Maret 2019 [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan