Suhaili Putuskan Status Siaga Darurat Corona Selama 169 Hari

Suhaili Putuskan Status Siaga Darurat Corona Selama 169 Hari
Keputusan Bupati Lombok Tengah Nomor 154 Tahun 2020 tentang penetapan status siaga Darurat bencana non alam Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah selama 169 Hari

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Moh Suhaili FT, SH akhirnya menerbitkan Keputusan tentang penetapan status siaga Darurat bencana non alam Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah.
Keputusan dengan nomor 154 Tahun 2020 itu ditandatangani Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT, SH pada Senin (16/03/2020).
Melalui SK tersebut, Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT, SH menetapkan, status siaga Darurat Bencana Non Alam Corona Covid – 19 di Kabupaten Lombok Tengah selama 169 hari terhitung sejak tanggal 16 Maret sampai dengan tanggal, 31 Agustus 2020.
Status keadaan siaga Darurat Bencana Non Alam Covid-19 dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan penanganan darurat bencana di lapangan.
Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat ditetapkannya keputusan tersebut dibebankan pada APBN dan APBD Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2020, dan Keputusan Bupati Lombok Tengah tersebutmulai berlaku sejak tanggal 16 Maret 2020.
Selain berdasarkan Peraturan Perundang – Undangan yang berlaku, dan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2020 dan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 6.A Tahun 2011 tentang Pedoman Penggunaan Dana Siap Pakai Pada Status Keadaan Darurat Bencana serta memperhatikan, Keputusan Gubernur NTB tentang tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Corona Covid-19 di NTB.
Keputusan Bupati Lombok Tengah tentang Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Corona Covid-19 di Lombok Tengah juga menimbang, bahwa penyebaran Virus Corona telah menimbulkan wabah penyakit dan menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia dan tidak hanya menyebabkan kematian tapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar, sehingga
perlu dilakukan antisipasi untuk menanganinya. Dan dalam rangka mengantisipasi dampak bencana non alam tersebut, dipandang perlu dilakukan upaya-upaya meminimalisir dampak bencana dan penanganan yang bersifat cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergis dengan melibatkan Perangkat Daerah dan Instansi terkait. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan