Sopir Angkutan Umum Seruduk Kantor DPRD Lombok Tengah

Sopir Angkutan Umum Seruduk Kantor DPRD Lombok Tengah

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Puluhan Sopir Angkutan Umum, yang tergabung dalam Asosiasi Angkutan Umum Lombok Tengah, menggelar aksi Hearing di Sekretariat DPRD Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu, (12/12/2018).
Kedatangan para Sopir Angkutan Umum itu diterima Anggota Komisi III DPRD Lombok Tengah, H. Lalu Masud dan Majrun serta dari Dinas Perhubungan Lombok Tengah, di Ruang Banmus DPRD Lombok Tengah.
Dalam aksi Hearing itu, para Sopir Angkutan Umum, menyampaikan tuntutan mereka terkait dengan perubahan warna plat Nomor Polisi (Nopol) dari Kuning menjadi Hitam pada saat melakukan perpanjangan STNK tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan meminta keringanan biaya da proses pengurusan penerbitan dan perpanjangan Izin Trayek.”Sebagian besar teman – teman sopir, menjadikan BPKB sebagai Anggunan di Finace untuk modal usaha, tiba – tiba pada saat melakukan perpanjangan STNK, plat kendaraan yang tadinya berwarna Kuning berubah menjadi Hitam. Kami juga meminta ada subsidi biaya penerbitan izin Trayek, karena izin trayek yang ada sudah mati, akibat dari sepinya penumpang,” ungkap Ketua Asosiasi Sopir Angkutan Umum, Lalu Supardiana.
Para sopir angkutan umum itu juga meminta aparat kepolisian dan Dinas Pergubungan Lombok Tengah menindak tegas para sopir Mobil Pick Up plat hitam yang dijadikan angkutan orang.”Kami minta Mobil Pick Up plat hitam yang dijadikan mobil penumpang ditindak tegas, karena itu sangat merugikan kami yang telah mengantingi izin Trayek,”pinta Lalu Supar.
Tidak itu saja, para Sopir Angkutan Umum juga meminta kemudahan penerbitan Surat Izin Mengemudi atau SIM.” Mohon penerbitan SIM juga dipermudah, karena kami mencari sesuap nasi,”ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Lombok Tengah, Lalu Sauki menjelaskan, berubahnya warna plat kendaraan dari Kuning ke menjadi hitam pada saat melalakukan perpanjangan STNK, sepenuhnya wewenang dari Samsat.”Untuk penerbitan dan perpanjangan Izin Trayek harus ada rekomendasi dari Dinas Perhubungan, tinggal bagaimana kita berkomunikasi saja, karena kami sangat paham kondisi dan keadaan teman – teman Sopir,” ujarnya.
Tidak puas dengan jawaban dari Dinas Perhubungan Lombok Tengah, puluhan Sopir Angkutan Umum itu membubarkan diri, dan langsung menuju Kantor SAMSAT Praya, Lombok Tengah, untuk mempertanyakan sikap SAMSAT yang melakukan perubahan warna plat kendaraan dari Kuning ke Hitam pada saat melakukan perpanjangan STNK tanpa persetujuan pemilik kendaraan angkutan umum. [slNews.com – erwin]

No Responses

Tinggalkan Balasan