Soal Pengadaan Gerobak Sampah, Kepala KLH Loteng Lempar Tanggungjawab

Soal Pengadaan Gerobak Sampah, Kepala KLH Loteng Lempar Tanggungjawab

13 Unit Gerobak Sampah yang disimpan di halaman belakang Kantor Lingkungan Hidup Lombok Tengah, di duga dirakit menggunakan bahan bekas”

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Lombok Tengah H. Ahyar menolak di wawancara wartawan terkait dengan pengadaan 13 unit Gerobak Sampah yang diduga dirakit atau dibuat menggunakan bahan bekas, termasuk  pengerjaan Proyek Pengaman Sumber Mata Air di Dusun Prabu Desa Prabu Kecamatan Pujut Lombok Tengah dengan anggaran sebesar Rp. 82 Juta yang di duga dikerjakan tidak sesuai dengan spek atau kwalitas, dan diduga tidak dikerjakan oleh pihak ketiga.” Saya mau ke Mataram, sudah ada janji, mau ngurus masalah Nasib, karena tinggal beberapa hari saya Pensiun. Silakan tanyakan langsung ke PPK, yang lebih paham dan data semuanya ada di dia (PPK),” kilah H. Ahyar, Senin, (19/12/2016).

Dari data yang berhasil di himpun SuaraLombokNews.com, 13 unit Gerobak Sampah yang saat ini menumpuk di halaman belakang KLH Lombok Tengah itu, diduga dirakit  menggunakan bahan bekas.

Pelek Roda dan Ban luar 13 unit Gerobak Sampah tersebut diduga menggunakan Pelek Roda dan Ban luar bekas.

Nilai anggaran yang dikucurkan untuk pengadaan 13 unit Gerobak Sampah itu lebih dari Rp. 50 juta, dengan nilai anggaran perunitnya sekitar Rp. 4 juta.

Selain itu, kuat dugaan, pengadaan 13 unit Gerobak Sampah itu tidak di pihak ketigakan, melainkan di kerjakan langsung oleh oknum orang dalam KLH Lombok Tengah.

Kepada SuaraLombokNews.com, Jum’at, (16/12/2016), PPK pada KLH Lombok Tengah Lalu Maas Solihin, membantah 13 unit Gerobak Sampah itu dirakit  menggunakan bahas bekas. “ Sudah sesuai spek, belajar dari pengalaman sebelumnya, Gerobak Sampah cepat berkarat, dan sekarang Gerobak Sampah ini menggunakan Bahan Stenlis,” bantahnya.

Lalu Maas Solihin mengungkapkan, 13 unit Gerobak Sampah itu di pesan atau dirakit di wilayah Lombok Timur,  dengan harga per unitnya senilai Rp. 4 juta.” Dibuat di Lombok Timur, dan harga perunitnya Rp. 4 juta,” ujarnya. |rul.

No Responses

Tinggalkan Balasan