SK PTT di Puskesmas Darek Diduga Ditebus Rp. 500 ribu

SK PTT di Puskesmas Darek Diduga Ditebus Rp. 500 ribu
Sejumlah Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat NTB usai menggelar aksi Hearing di Dinas Kesehatan Lombok Tengah, NTB, Jumat (13/03/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi Hearing di Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Jumat (13/03/2020).
Aksi Hearing itu untuk meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H. Omdah menindak tegas Kepala UPT Puskesmas Darek di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya karena diduga meminta uang sebesar Rp. 500 ribu kepada para tenaga medis honorer sebagai syarat untuk mendapatkan Surat Keputusan Pegawai Tidak Tetap (SK PTT).”Dugaan Kepala Puskesmas Darek meminta uang Rp. 500 ribu kepada 27 orang Honorer di Puskesmas Darek sebagai Syarat untuk mendapatkan SK PTT,”ungkap Koordinator Umum Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat NTB, Sadam Husen
Kedatangan perwakilan Aliansi Pemuda Peduli Masyarakar NTB itu tidak ditemu langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H. Omdah. Situasipun sempat memanas di Aula Dinas Kesehatan Lombok Tengah.”Persoalan ini akan kami laporkan ke Polres Lombok Tengah. Dan semua korban yang telah menyerahkan uang Rp. 500 ribu siap bersaksi,”tegas Sadam
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H. Omdah berjanji akan menindak tegas jika Kepala Puskesmas Darek terbukti meminta uang kepada Tenaga Medis Honorer sebagai syarat untuk mendapatkan SK PTT.”Akan kita usut, kita cek, kalau benar nanti tentu akan ada sanksi. Dan persoalan ini akan kita selesaikan,”janjinya
H. Omdah menegaskan, tidak ada persyaratan menyerahkan uang dalam setiap penerbitan SK PTT.”Tidak ada syarat, apa lagi dengan syarat uang. Kalau memang benar ada yang meminta uang ya sangat keterlaluan,”ucapnya
H. Omdah mengaku baru menerima Informasi hannya Puskesmas Darek yang diduga meminta uang sebesar Rp. 500 ribu kepada Tenaga Medis Honorer sebagai syarat untuk mendapatkan SK PTT.”Baru Puskesmas Darek yang kita tahu. Kita akan panggil, kalau terbukti akan kita hukum, karena Negara kita Negara Hukum,”ancamnya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan