Sholat Sambil Berjoget Dan Diiringi Musik Disco, Ibu Muda Asal Kopang Diringkus Polisi

Sholat Sambil Berjoget Dan Diiringi Musik Disco, Ibu Muda Asal Kopang Diringkus Polisi
Video Tiktok RE (19), Warga Desa Kopang Rembige, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, NTB dengan mengenakan Mukenah, sambil berjoget dan diiringi musik Disco

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap salah seorang Ibu Rumah Tangga berinisial RE, 19 Tahun, Senin, (04/05/2020).
Warga Dusun Retot, Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang, Lombok Tengah itu ditangkap Polisi karena diduga telah melakukan tindak pidana penistaan  Agama atau Sara melalui Aplikasi Tiktok.
Kepada suaralomboknews.com, Selasa, (05/05/2020), Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Prio Suhartono mengungkapkan, sebelum ditangkap Polisi, pada Tanggal, 1 Mei 2020 terduga pelaku tindak pidana Penistaan Agama tersebut,  membuat Video Tiktok dengan mengenakan Pakaian Sholat lengkap atau Mukenah dan melakukan gerakan – gerakan yang bukan termasuk kedalam Gerakan Sholat sambil dan diiringi Musik Disco yang dilakukannya di rumahnya di Dusun Pendagi Renggung Desa Kopang Rembiga Kec. Kopang Kab. Lombok Tengah.”Pelaku melakukan gerakan-gerakan yang tidak termasuk kedalam gerakan Sholat yakni berjoget dengan diiringi musik Disco,”ungkapnya
Oleh terduga pelaku, menggunggah sendiri Video Tiktok yang bermuatan Sara itu di akun Tiktok *yot.kocet*.
Video terduga pelaku tersebut mengakibatkan keresahan ditengah – tengah masyarakat, bahkan Video terduga pelaku yang berbuatan Sara tersebut sudah Viral di Media Sosial (Medsos).” Dari pengakuannya, dia (terduga pelaku) yang mengapload Video itu ke Tiktok. Dan terungkapnya kasus ini berawal dari Informasi Masyarakat yang langsung kami tindaklanjuti dengan Patroli Saiber,”kata AKP Prio
Saat ini terduga pelaku tindak pidana penistaan Agama itu masih diamankan di Mapolres Lombok Tengah.”Saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan. Dan kami juga telah mengamankan dan menyita Video Tiktok terduga pelaku untuk dijadikan Barang Bukti,”tutur AKP Prio.
Atas perbuatannya, terduga pelaku disangkakan pasal berlapis yakni  Pasal 156a KUHP dan Pasal 45A ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.” Untuk ancaman hukuman maksimal 5 tahun Penjara,” ujar AKP Prio Suhartono. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan