Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Rudal Hantam Disdukcapil Lombok Tengah

Rudal Hantam Disdukcapil  Lombok Tengah
Kadisdukcapil Lombok Tengah, Baiq Anita Nindiana menemui masa Rudal dihalaman Disdukcapil Lombok Tengah, NTB, Selasa (30/7/2019).

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK TENGAH | Sekitar 10 orang masa dari Ruang Diskusi Anak Lingkar (RUDAL) Lombok Tengah menggelar aksi demo ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (30/7/2019).
Sempat terjadi aksi saling dorong antara masa Rudal dengan aparat Kepolisian di depan Pintu Gerbang Disdukcapil Lombok Tengah, karena masa Rudal tidak diizinkan masuk kedalam Disdukcapil Lombok Tengah untuk menemui Kadis Dukcapil Lombok Tengah.
Dalam orasinya, masa Rudal menyampaikan sejumlah persolan pelayananan Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang terjadi di Disdukcapil Lombok Tengah.
Rudal menyebut, proses pelayananya di Disdukcapil Lombok Tengah masih banyak sekali ketimpangan-ketimpangan yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.”Misalnya yang sering terjadi dan sudah sangat lumrah menjadi rahasia umum, bahwa ada banyak sekali calo yang berkeliaran keluar masuk, bahkan mungkin sudah menjadi keluarga besar dari Dukcapil yang tidak bisa terpisahkan, yang mengakibatkan masyarakat akhirnya seolah-olah sudah lumrah dan terbiasa untuk menggunakan jasa percaloan, karena seperti banyaknya laporan yang masuk bahwa apabila masyarakat tidak menggunakan calo maka masyarakat akan dijawab blangko E-KTP kosong, namun beda halnya dengan masyarakat yang menggunakan jasa calo, maka dengan cepat E-KTP jadi dan siap digunakan,”sebut Kordum Rudal, Kusuma Wadana.
Rudal mengindikasikan adanya permainan oknum yang tidak bertanggung jawab dengan para calo yang hilir mudik dialam Kantor Dinas Dukcapil, padahal KPK sudah jelas-jelas menegaskan bahwa pungli yang dilakukan oleh para calo merupakan bentuk dari gratifikasi sehingga melanggar hukum, yang diatur dalam undang-undang tentang Tindak Pidana Korupsi.”Pelayanan yang sampai saat ini masih belum maksimal yang kadang membuat jengkel masyarakat yang ingin mengurus suarat-surat kependudukanya, petugasnya yang jutek dan sok penting, hingga pada sistem yang sering eror akhir-akhir ini juga menjadi sorotan utama masyarakat Lombok Tengah,”ungkap Kusuma
Rudal juga mempertanyakan tidak tersedianya blangko e-KTP, yang semestinya menjadi tugas utama Kadisdukcapil Lombok Tengah.”Kepala Dinas seharusnya memperhatikan dan mencari solusi agar blangko E-KTP tersedia setiap saat. Karena banyaknya persolan dan permasalah yang terjadi ini maka kami dari Rudal melakukan Aksi masa dengan tuntutan Kadisdukcapik Lombok Tengah harus memberhentikan secara tidak hormat, oknum pegawai yang diduga melakukan Pungli. Harus mengusut tuntas oknum yang menjadi calo dan tidak ada lagi percaloan yang terjadi Disdukcapil. Memaksimalkan pelayanan dengan menerapkan senyum salam sapa dan harus selalu menyiapkan blangko E-KTP untuk meminimalisir penggunaan Suket. dan secepatnya memperbaiki sistem yang rusak supaya tidak ada lagi alasan terhambatnya pelayanan bagi masyarakat,”ujar Kusuma
Masa Rudal ditemui langsung oleh Kadisdukcapil Lombok Tengah, Baiq Anita Nindiana dihalaman Disdukcapil Lombok Tengah.
Anita mempersilakan kepada masa Rudal untuk melapor jika ada oknum Calo di Disdukcapil Lombok Tengah.”Kalau ada buktinya tolong laporkan ke kami. Untuk diketahui kami tidak menerima pengurusan Adminduk melalui orang lain. Adapun yang datang mengurus Adminduk itu staf Desa yang dilayani secara Kolektif. dan masalah Blangko e-KTP pengadaannya dari Pusat,”jawab Baiq Anita. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan