Program Gubernur NTB Tak Jelas, Warga Prabu Ancam Kembali Buka Tambang Emas

Program Gubernur NTB Tak Jelas, Warga Prabu Ancam Kembali Buka Tambang Emas
Lalu Guntur, Tokoh Masyarakat Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Warga eks penambang emas illegal di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengancam akan kembali membuka aktivitas Tambang Emas.
Pasalnya program bantuan yang dijanjikan oleh Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkeflimansyah kepada warga eks Penambang Emas tidak jelas.”Program bantuan yang dijanjikan Pak Gubernur tidak jelas. Saat kami bertanya, jawabannya hannya InsyaAllah saja, tanpa ada kejelasan dan kepastian,”sebut Tokoh Masyarakat Desa Prabu, Lalu Guntur, Selasa (26/11/2019).
Lalu Guntur menceritakan, tidak ada kejelasan terkait dengan program bantuan kepada warga eks Penambang Emas Illegal di Desa Prabu dan sekitarnya itu terjawab pada saat acara Sosialisasi Illegal Minning kepada Penambang yang dilaksanakan oleh Kesbangpoldagri Provinsi NTB dan Polda NTB yang dihadiri tokoh agama, masyarakat dan Pemuda di salah satu Hotel Berbintang di depan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada hari Senin (18/11/2019) lalu.”Tambang emas di Desa Prabu selalu dikaitkan dengan Pariwisata, tetapi acara Sosilisasi itu tidak dihadiri Dinas Pariwisata Provinsi maupun Kabupaten. Lalu kami meminta kepada Dinas Koperasi dan Dinas Kehutanan Provinsi NTB, program bantuan apa saja yang akan diberikan kepada kami, tetapi tidak ada jawaban yang pasti. Dan Dinas Kehutanan hannya sanggup memberikan bibit pohon, sedangkan program bantuan dalam bentuk Fisik, seperti pemberdayaan masyarakat, modal usaha dan bantuan bibit dan peralatan pertanian maupun bantuan peternakan tidak ada kejelasan. Jadi sangat tidak sesuai dengan janji – janji pak Gubernur,”ucapnya
Lalu Gutur mengaku, warga Desa Prabu dan sekitarnya sangat sadar aktivitas penambangan emas Illegal yang dijalani bertentangan dengan peraturan perudang – undangan yang berlaku. Namun dari Tambang Emas itu, perekonimian dan kesejahteraan warga meningkat dan terjamin.”Kami butuh kejelasan, mau diapakan warga yang selama ini menggantungkan hidupnya di Tambang Emas ini. Karena tambang emas di Desa Prabu bukan semata – mata karena emas, melainkan penataan lahan. Lahan yang tadinya miring dan berlubang menjadi lahan rata, sehingga bisa dibangun Hotel dan restaurant untuk mendukung Pariwisata,”ungkapnya
Semestinya, lanjut Lalu Guntur, program bantuan ribuan ekor Sapi yang dikucurkan Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2019 diberikan kepada warga eks Penambang Emas di Desa Prabu.”Sehingga keberlangsungan ekonomi warga bisa berjalan kembali, setelah penutupan Tambang Emas Illegal. Tetapi Pemprov malah mengurus hal – hal yang tidak penting, seperti membuat kegaduhan ditengah – tengah masyarakat dengan perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM),”ujarnya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan