Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pro Kontra Perubahan Nama Bandara LIA Akan Dibahas di Forum Diskusi Lombok Independent

Pro Kontra Perubahan Nama Bandara LIA Akan Dibahas di Forum Diskusi Lombok Independent
H. Lalu Wiratmaja/Mamiq Ngoh (kiri) bersama Muhanan, SH (kanan) Penanggungjawab Kegiatan Forum Diskusi Lombok Independent

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Sehari sebelum diberlakukannya Surat Keputusan (SK) Kementerian Perhubungan RI Nomor 1421 Tahun 2018 tentang perubahan nama Bandar Udara Lombok Internasional Air Port (LIA) di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi Bandar Udara Zainudin Abdul Majid Internasional Air Port (ZAMIA), pada Tanggal,5 Maret 2019, Forum Diskusi Lombok Independent akan mempertemukan pihak – pihak yang pro maupun yang kontra terhadap perubahan nama Bandara LIA, mulai dari unsur tokoh masyarakat lingkar Bandara LIA, Tokoh Agama, Pemkab. Lombok Tengah, Pemprov NTB, dari unsur Anggota DPRD, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) termasuk Mantan Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Wiratmaja atau yang akrab disapa Mamiq Ngoh.
Forum Diskusi Lombok Independent itu akan digelar di Hotel D’Max yang berada di depan Bandara LIA, Senin (4/3/2019).”Dalam diskusi itu, kami hannya mempasilitasi semua pihak yang pro maupun yang kontra, dan akan menghadirkan semua yang berkaitan dengan terbitnya SK Kemenhub RI tentang perubahan nama Bandara LIA menjadi ZAMIA, termasuk akan menghadirkan Mantan Bupati Lombok Tengah, Mamiq Ngoh (H. Lalu Wiratmaja),”ungkap Muhanan, Penanggungjawab Kegiatan Forum Diskusi Lombok Independent, Sabtu (2/3/2019).
Muhanan mengatakan, kegiatan Forum Diskusi Lombok Independent dengan mengangkat tema “Implementasi SK Kemenhub Nomor 1421 Tahun 2018 tentang perubahan nama Bandara LIA menjadi ZAMIA pada Tanggal, 5 Maret 2019″ bertujuan untuk melihat dampak dari pemberlakuan SK Kemenhub RI tersebut ditengah – tengah masyarakat NTB, khususnya masyarakat Lombok Tengah, setelah diberlakukan pada Tangal, 5 Maret 2019 mendatang.” Kami ingin kisruh tentang perubahan nama Bandara LIA menjadi ZAMIA ini segera tuntas, terlepas dari pro dan kontra yang sedang terjadi saat ini. Harapan kami supaya kejelasan tentang SK Kemenhub RI ini tidak lagi menimbulkan kegaduhan di tengah – tengah masyarakat NTB, khususnya di tengah – tengah masyarakat Lombok Tengah,”ujarnya.
Dalam Forum Diskusi Lombok Independent itu akan menghadirkan Bupati Lombok Tengah, Ketua DPRD Provinsi NTB dan Lombok Tengah, Kesbangpoldagri NTB, Dinas Perhubungan NTB, Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) NTB, Kapolres Lombok Tengah, Ahli Hukum Tata Negara dari Universitas Mataram, LSM Kasta NTB dan LSM Alinasi Rakyat Menggugat NTB, selaku Narasumber.
Sedangkan peseta Forum Diskusi Lombok Independent, terdiri dari Majelis Adat Sasak Paer Tengak, Ketua DPD KNPI Lombok Tengah, Aliansi Zona Utara Lombok Tengah, YLDM NTB, Formapi NTB, LSM Suaka NTB, Kades Penujak, Tanak Awu dan Kades Ketare, Pemuda Muhamadiyah Lombok Tengah, LSM Laskar NTB, Ketua NW Lombok Tengah, Pemuda NW Lombok Tengah dan LSM Lesa Demarkasi. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan