Pria ini Tahu Dirinya Akan Mati, Sebelum Ditemukan Tewas di Kebun

Pria ini Tahu Dirinya Akan Mati, Sebelum Ditemukan Tewas di Kebun

SUARALOMBOKNews.com – Lombok Tengah | Rahim,  warga Dusun Repok Puyung, Desa Mekar Bersatu, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, ditemukan dalam keadaan terbujur kaku di perkebunan Dusun Lendang Randu, Desa Beber, Kecamatan Batukling, Minggu, (4/3/2018).

Jasad Pria 60 Tahun itu ditemukan sekitar Pukul 15.00 Wita oleh salah seorang warga Dusun Lendang Randu.

Penemuan mayat di areal perkebunan itu dibenarkan Kapolsek Batukliang Iptu. Rijal.

Dari keterangan yang  diterima Polisi dari pihak keluarga Korban, sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, korban sempat berpamitan kepada istrinya untuk menebang pohon di kebun milik salah seorang warga yang jaranya sekitar setengah Kilo meter dari rumah korban.

Saat berpamitan, korban memberitahukan Istrinya bahwa kondisi badanya lemas dan merasa akan meninggal dunia.” Korban meninggal kan rumah sekitar pukul 09.00 wita dan ijin ke istrinya untuk pergi menebang pohon di kebun.  Korban sempat berbicara kepada istri nya dan memberitahukan bahwa korban sedikit lemas dan mungkin akan meninggal hari ini (minggu),  akan tetapi istri korban menggangap korban bercanda.,” cerita Iptu. Rijal.

Oleh warga, korban ditemukan dalam posisi tidur didalam Kebun. Warga yang penasaran langsung menghampiri korban, warga pun berusaha membangunkan korban, namun tidak  respon.

Warga sekitar langsung memberitahu pihak keluarga korban, dan pada saat keluarga korban tiba di TKP, korban diketahui telah meninggal dunia.” Pada saat ditemukan, korban dalam keadaan sudah meninggal dunia,” tutur Iptu. Rijal.

Polisi yang mendapatkan informasi penemuan Mayat itu, langsung turun ke TKP. Setelah melakukan olah TKP dan Identifikasi, selanjutnya, Polisi dibantu warga mengevakuasi Jasad Korban ke rumah duka di Dusun Repok Puyung, Desa Mekar Bersatu, Kecamatan Batukliang.” Pihak keluarga mengiklaskan kematian korban, dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban, dan bersedia menandatangani berita acara penolakan otopsi,” ujar Iptu. Rijal. (slNews – rul).

No Responses

Tinggalkan Balasan