Polres Lombok Tengah Sita Ratusan Botol Miras Tak Berizin di Pantai Kuta

Polres Lombok Tengah Sita Ratusan Botol Miras Tak Berizin di Pantai Kuta

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Satresnarkoba Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali melaksanakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD), Rabu malam, (19/12/2018), dengan sasaran Penjualan Minuman Kerasa (Miras) atau minuman beralkohol tanpa Izin dan Peredaran gelap, dan penyalahgunaa Narkotika.
Kegiatan K2YD yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Lombok Tengah, AKP Dhavid Shidiq itu digelar di Kawasan Pariwisata Pantai Kuta atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika Kuta, di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Dalam kegiatan K2YD itu, Anggota Satresnarkoba Polres Lombok Tengah mendatangi satu – persatu Cafe, Bar dan kios atau warung yang menjual Miras.
Hasilnya, Polisi berhasil menyita Ratusan Botol Miras tanpa izin di 3 Lokasi berbeda di wilayah Desa Kuta, Kecamatan Pujut.
Di Dusun Kuta I Polisi berhasil menyita 12 Botol Drigyn, 6 botol Robinson Wiskey, 2 Botol kecil Robinson Jamaika,1 botol kecil Robinson Vodka, 2 botol Besar Manson House, 4 botol Besar Vodka, 3 botol Besar Wisky, 1 botol Besar Haten, 1 botol Besar Drigyn, 27 botol Bir Besar, 15 botol Bir Kecil, 55 botol Besar Brem dan 20 botol kecil Brem.
Di Dusun Ketapang, Desa Kuta, Miras yang berhasil disita, 7 Botol Besar Prost Beer, 12 botol kecil Prost beer dan 10 botol kecil Bir Bintang.
Dan di Dusun Senek, Desa Kuta, 13 Botol Bir Bintang Kecil, 13 botol Bir Bintang Besar,
1 botol Besar Drigyn, 1 botol besar Manson, 1 Botol besar Wisky dan 1 botol besar Vodka.” Ada juga Cafe dan Bar yang kita datangi tidak dilakukan penyitaan Miras, karena Miras yang dijual memiliki Izin Edar. Dan ada juga yang kami temukan Izin edarnya sudah tidak berlaku,” ungkap Kasat Resnarkoba Polres Lombok Tengah AKP Dhavid Shidiq
Jauh hari sebelum melaksanakan kegiatan K2YD, kata AKP Dhavid, telah menyampaikan imbauan kepada para penjual dan masyarakat untuk tidak menjual atau menyediakan Miras tanpa izin edar.” Himbauan sudah kita berikan jauh jauh hari untuk mengurus perizinan minuman Beralkohol. Kepada para penjual, untuk sementara kita berikan teguran,”katanya.
AKP Dhavid mengaku, para penjual Miras yang tertangkap tangan menjual Miras tanpa izin edar menolak untuk dibawa ke Mapolres Lombok Tengah. dan para penjual Miras tanpa izin edar itu telah menyadari kesalahanya menjual Miras secara Ilegal.” Saat pemiliknya akan kita bawa kekantor untuk di periksa dan dimintai keterangan, rata – rata menolak dan tidak mau. Kata mereka (penjual) cukup dengan penyitaan Miras saja, mereka juga mengaku salah, karena menjual Miras tanpa Izin edar,” ujarnya. [slnews.com – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan