Polisi Sita Ratusan Liter Miras Tradisional di Lombok Tengah

Polisi Sita Ratusan Liter Miras Tradisional di Lombok Tengah

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Anggota Satresnarkoba Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil menyita 553 liter minuman keras (Miras) Tradisional jenis Tuaq dan Brem di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (15/12/2018).
Penyitaan ratusan liter Tuaq dan Brem itu merupakan hasil kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) Satresnarkoba Polres Lombok Tengah yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Lombok Tengah AKP Dhavid Shidiq di Kedai Miras Tradisional milik CRP, 28 Tahun, warga Dusun Bhineka 1, Desa Kopang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, JN, 47 Tahun, warga Dusun Lendang Paok, Desa Selebung, Kecamatan Batuling, Lombok Tengah dan dikedai Miras Tradisional milik  MS, 37 Tahun, warga Kampung Jawa, Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Lombok Tengah.” TKP Desa Kopang, Barang Bukti yang berhasil diamanakan sebanyak 21 Botol besar Miras jenis Brem, 21 botol keci Miras jenis Brem dan 256 botol miras jenis Tuaq. TKP Desa Selebung, 30 liter Miras jenis tuak yang disimpan di dalam Jerigen, 27 liter miras jenis Tuaq yang disimpan dalam Galon Air, dan 41 Botol miras jenisTuaq, sedangkan di TKP Kelurahan Praya Barang Bukti Miras yang berhasil di sita sebanyak 130 Botol kecil Miras jenis Tuaq, jadi total Barang Bukti Miras Tuak dan Brem sebanyak 553 Liter,”ungkap Kasat Resnarkoba Polres Lombok Tengah, AKP Dhavid Shidiq, Minggu, (16/12/2018).
Oleh Polisi, para penjual Miras Tradisional Ilegal jenis Tuaq dan Brem itu diberikan surat teguran dan mengisi surat pernyataan yang menyatakan tidak akan menjual Miras.“Kita berikan pengertian kepada mereka (Penjual Miras) kalau Tuaq dan Brem maupun jenis Miras lainnya, punya dampak yang sangat negatif kalau dikonsumsi masyarakat. Saat ini ratusan Miras jenis Tuaq dan Brem itu telah kita amankan,”tutur AKP Dhavid
AKP Dhavid mengungkapkan, kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) maupun melalui Razia Miras ini sendiri digelar untuk menekan angka kriminalitas yang terjadi di masyarakat. ”Kita akan terus melakukan K2YD dan razia guna menekan angka kriminalitas di masyarakat Lombok Tengah,” ujarnya. [slNews.com – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan