Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Polisi Pulangkan Pelaku Penghina Presiden Jokowi dan Polisi di Lombok Tengah

Polisi Pulangkan Pelaku Penghina Presiden Jokowi dan Polisi di Lombok Tengah
Pelaku Ujaran Kebencian, DN, 16 Tahun (dua dari kanan) bersama orang tuanya (satu dari kiri) dan Ketua Aliansi Advokat Nusantara, Muhanan, SH (dua dari kiri) foto bersama di Mapolres Lombok Tengah sebelum dipulangkan oleh Tim Penyidik Tipiter Satreskrim Polres Lombok Tengah, Jumat (1/3/2019)

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Dua hari pasca ditangkap Tim Resmob Polres Lombok Tengah, di wilayah Dusun Rangkep, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), DN, 16 tahun, pelaku Ujaran Kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan penghinaan terhadap Anggota Kepolisian yang berdinas di Lombok Tengah, akhirnya diperbolehkan pulang oleh Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Lombok Tengah, Jumat (1/2/2019)
Meskipun tidak ditahan, Warga Dusun Pance, Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, yang masih di bawah umur itu diwajibkan wajib lapor Senin – Kamis.” Alhamdulillah DN (pelaku ujaran kebencian) hari ini diperbolehkan pulang dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Statusnya wajib lapor Senin – Kamis,”kata Ketua Alinasi Advokat Nusantara, Muhanan, SH usai memberikan pendampingan terhadap Pelaku Ujaran Kebencian di Mapolres Lombok Tengah, Jumat (1/3/2019).
Pengacara muda itu memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Lombok Tengah yang telah memberikan keringanan terhadap DN yang masih dibawah umur.”Sikap dan keputusan Polres Lombok Tengah ini bisa kita jadikan sebagai contoh uuntuk aparat Kepolisian di seluruh Indonesia, untuk tidak terlalu reaktif terhadap kasus – kasus seperti ini, terlebih lagi Pelaku statusnya masih dibawah umur,”ujar Muhanan.
Sementara itu Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa, melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang menegaskan, meskipun Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Presiden RI dan penghinaan terhadap Anggota Kepolisian di Lombok Tengah itu dipulangkan, namun proses hukum tetap berlanjut dan tidak bisa dihentikan.”Karena ancaman hukumannya 4 tahun penjara, jadi bisa tidak dilakukan penahanan, tetapi proses hukum tetap lanjut,”ujarnya.
Sebelum ditangkap Polisi, pada Tanggal 19  Februari 2019, Pelaku DN memposting Ujaran kebencian melalui akun Facebook pribadinya yang berisi kalimat – kalimat kotor yang ditujuan kepada Presiden RI Jokowi dan anggota Kepolisian yang ada di Lombok Tengah.
Postingan  Pelaku itu pun menjadi viral di sosial media, atas dasar itu Postingan Pelaku dilaporkan ke Mapolres Lombok Tengah, dan Pelaku ditangkap Tim Resmob Polres Lombok Tengah, pada Rabu (27/2/2019) sekitar Pukul 16.30 Wita di wilayah Dusun Rangkep, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Atas terbuatannya itu, Pelaku DN dijerat UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp.750 juta. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan