Polisi OTT Staf Kemenag Lombok Barat Yang Minta Jatah Dari Dana Pembangunan Masjid Pasca Gempa

Polisi OTT Staf Kemenag Lombok Barat Yang Minta Jatah Dari Dana Pembangunan Masjid Pasca Gempa

SUARALOMBOKNEWS.com – Mataram | Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menjerat Staf PNS pada Kantor Kementerian Agama Lombok Barat, berinisial BA dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (14/1/2019).
Informasi yang dihimpun SuaraLombokNews.com, BA terjaring OTT Unit Tipikor Sateskrim Polres Kota Mataram di wilayah Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Saat terjaring OTT, Polisi menemukan dua buah Amplop berwarna Coklat yang berisi uang masing – masing berisi sekitar Rp. 5 juta.
BA pun langsung dibawa Polisi ke Satreskrim Polres Kota Mataram, untuk diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Kota Mataram.
Pelaku BA terjaring OTT karena diduga meminta Jatah 20 persen dari dana pembangunan Masjid yang terkena dampak Gempa Lombok di wilayah Kabupaten Lombok Barat, NTB
Menindak lanjuti OTT terhadap Staf PNS Kamenag Lombok Barat itu, Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Kota Mataram melakukan penggeledahan di ruang Seksi Kemasjidan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, Selasa (15/1/2019).
Penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kota Mataram, AKP Joko Tamtomo, mendapat pengawalan dari Sat Brimob Polda NTB bersenjata lengkap.
Penggeledahan itu juga didampingi pejabat Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB.
Penggeledahan di ruang Seksi Kemasjidan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB berlangsung sekitar 1 jam lebih. Polisi yang keluar dari Gedung Kanwil Kementerian Agama NTB berlihat membawa data – data penting berupa dokumen yang dikemas didalam Kardus.
Hingga kini, polisi masih mendalami dugaan adanya pelaku lain yang terlibat.”Masih satu orang yang ditangkap, sekarang lagi kita proses pemeriksaan untuk dikembangkan,”ujar Kapolres Kota Mataram AKBP Saiful Alam. [slNews.com – tim]

No Responses

Tinggalkan Balasan