Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Polisi Dalami Dugaan Korupsi ADD dan DD Kades Kuripan

Polisi Dalami Dugaan Korupsi ADD dan DD Kades Kuripan

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Barat | Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Lombok Barat saat ini tengah mendalami  Tindak Pidana Korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang diduga dilakukan Kepala Desa (Kades) Kuripan, Mastur.
Polisi mendalami dugaan Korupsi ADD dan DD itu menyusul masuknya pengaduan sejumlah warga Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat pada Tanggal, 27 September 2018 lalu terkait dengan penggunaan ADD dan DD Kuripan Tahun 2013 – 2018 yang diduga dikorupsi Kades Kuripan,  Mastur.”Jadi pada laporan tersebut ada beberapa aitem yang di sampaikan berupa satu eksampler terkait dengan penggunaan dana desa mulai dari tahun 2013 sampai 2018, dimana di sana di duga di lakukan penyimpangan oleh oknum pemerintah desa,” uangkap Kanit Tipikor Satreskrim Polres Lombok Barat Ipda. Putu Sastrawan, Senin, (8/10/2018).
Untuk menindaklanjuti aduan dari warga Desa Kuripan itu, Penyidik Tipikor mulai mengumpulkan  keterangan dari warga Desa Kuripan selaku pihak Pelapor.”Kita juga akan klarifikasi dengan pihak yang di laporkan, ya tentu kepala desanya,” kata Ipda. Putu.
Dalam surat aduan warga Desa Kuripan yang saat ini ada di atas Meja Penyidik Tipikor Polres Lombok Barat, Kades Kuripan diduga melakukan Korupsi salah satunya Pengadaan Mesin Pemotong Daging.”Pengadaan mesin pemotong daging yang menurut pelapor, mesin yang dibeli pihak Desa bukan barang baru, melainkan barang Bekas seharga Rp. 80 juta pada tahun 2013,” tutur Ipda. Putu.
Ipda. Putu menambahkan, dalam waktu dekat ini Penyidik Tipikor Polres Lombok Barat akan memanggil Kades Kuripan, Mastur untuk dimintai keterangan terkait dengan dugaan Korupsi ADD dan DD Kuripan yang dilaporkan oleh warga Desa Kuripan tersebut.” Ya pasti akhir minggu ini kita panggil, jika belum klir tentu bisa kita panggil minggu depan,” ujarnya.
Terpisah, Kades Kuripan, Mastur enggan menanggapi dugaan korupsi ADD dan DD yang dituduhkan kepada dirinya tersebut.
Mastur juga mengaku belum pernah menerima surat pemanggilan dari Penyidik Tipikor Polres Lombok Barat.”Ya kita tunggu saja, soalnya saya tidak tau hal itu,” cetusnya. [slNews.com – lu]

No Responses

Tinggalkan Balasan