Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Petani Tembakau Lapor ke KASTA

Petani Tembakau Lapor ke KASTA
Pembina LSM Kasta NTB, Lalu Wing Haris

SUARALOMBOKNEWS – LOMBOK TENGAH | Petani Tembakau, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluhkan sikap Perusahaan Rokok yang ada di Pulau Lombok dan Pemerintah yang tidak membeli hasil Panen Petani Tembakau, khususnya Petani Tembakau Non Mitra dan mengurangi Kuota Pembelian Daun Tembakau disaat hasil Panen Daun Tembakau Melimpah.
Atas dasar itu, Petani tembakau dari Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur, dan Kecamatan Praya Tengah mengadu dan meminta bantuan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat Advokasi Sosial Serta Transparansi Anggaran (LSM KASTA) NTB untuk meminta Pemprov NTB menekan Perusahaan Rokok di Pulau Lombok membeli hasil Panen Petani Tembakau.”Petani Tembakau meminta di Advokasi, dan Hari Rabu, 19 September mendatang, kami akan Hearing bersama 500 Petani Tembakau ke Pemprov NTB,”ucap Pembina LSM Kasta NTB, Lalu Wing Haris, kepada SuaraLombokNews.com via Handphone, Sabtu (14/9/2019).
Dalam aksi Hearing itu, kata Lalu Wing, LSM Kasta NTB akan meminta kepada Pemprov NTB menekan Perusahaan Rokok untuk membeli seluruh hasil Panen Petani Tembakau, khususnya hasil Panen Petani yang tidak bermitra dengan perusahaan.”Sesuai dengan tuntutan Petani, kami akan meminta Pemprov NTB bersikap tegas menekan Perusahaan untuk membeli Daun Tembakau Petani, baik Petani Mitra maupun Petani Non Mitra,”tegasnya
Selain itu kata Lalu Wing, LSM Kasta NTB juga akan meminta Pemprov NTB untuk menekan Perusahaan Rokok menambah Kuota Pembelian Daun Tembakau.”Kami juga akan minta Pemprov NTB dengan tegas menekan Perusahaan untuk menambah Kuota Pembelian Daun Tembakau,”pintanya
Menurut Lalu Wing, selama ini Pemprov NTB terkesan tutup mata terhadap persoalan yang dialami Petani Tembakau.”Disaat terima Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau ( DBHCHT) Pemprov dan Pemkab senyum – senyum, tetapi disaat Petani Tembakau mengalami persoalan hasil Panen yang tidak terserap Perusahaan, Pemprov dan Pemkab tutup mata dan terlihat tidak perduli dengan nasib Petani Tembakau,”sebutnya
Lalu Wing menduga, ada permainan dan Mafia Tembakau yang bermain dalam bisnis Daun Tembakau. Terbukti, disaat hasil Panen Petani Tembakau rendah, harga dan Kuota pembelian Daun Tembakau sangat tinggi, namun disaat hasil Panen Petani Tembakau melimpah seperti di Tahun 2019 ini, harga dan kuota pembelian Daun Tembakau sangat rendah.”Kami menduga ada Mafia yang sengaja mempermainkan harga dan Kuota pembelian Tembakau. Untuk itu dalam Hearing nanti, kami akan menekan Pemprov NTB membuat pernyataan tertulis untuk menekan Perusahaan membeli seluruh Daun Tembakau hasil Panen Petani Mitra maupun Non Mitra dan menyatakan sikap secara tegas meminta kepada Perusahaan untuk menambah Kuota pembelian Daun Tembakau,”ujarnya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan