Pengusaha Lokal di Gili Gede Digempur Pengusaha Kelas Kakap, Pemda diminta Turun Tangan.

Pengusaha Lokal di Gili Gede Digempur Pengusaha Kelas Kakap, Pemda diminta Turun Tangan.

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK BARAT | Lahan di Gili atau pulau – pulau kecil yang ada di wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, nyaris habis dikuasai para pengusaha di bidang Pariwisata dari luar maupun dalam negeri.

Akibatnya, pengusaha lokal dari masyarakat sekitar, terancam tidak bisa mengembangkan usahanya, terlebih lagi dari tahun – ketahun pembangunan di sektor Pariwisata di Gili yang ada di wilayah Sekotong terus mengalami kemajuan.

Untuk itu pengusaha Lokal yang sampai saat ini masih bertahan melawan gempuran dari para pemodal kelas kakap, berharap Perlindungan dari Pemerintah Daerah setempat, melalui kebijakan yang bisa mengakomodir dan melindungi Pengusaha Lokal, ketika ada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal  Asing (PMA) kelas kakap yang akan berinvestasi di Gili – gili tersebut.” Harapan kami selaku Pengusaha Lokal, ada perlindungan dari Pemda. Sehingga kami bisa bersaing sehat dengan para pengusaha bermodal besar,” ucap Abu Bakar, pengusaha Lokal di Gili Gede, Kecamatan Sekotong, Jum’at (30/3/2018).

Abu Bakar sendiri merupakan salah satu pengusaha lokal di Gili Gede yang masih bertahan sampai dengan saat ini. Meskipun lahan di sekeliling tempat usahanya berupa Villa atau tempat penginapan telah dijual oleh warga sekitar kepada para pengusaha kelas kakap.” Saya ingin memberikan contoh kepada masyarakat, dari pada menjual tanah ke pengusaha kelas kakap, lebih baik tanah itu dijadikan tempat membuka usaha. Karena yang terjadi saat ini, demi mendapatkan uang banyak, tanpa memikirkan kedepannya, banyak masyarakat menjual tanahnya kepada pengusaha bermoal besar. Disaat kondisi seperti itulah Pemda perlu turun tangan, sehingga warga tidak buru – buru menjual tanah karena tergiur uang banyak,” tutur Abu Bakar.

Menurut pria tiga anak ini, dibutuhkan kesabaran dan perjuangan yang berat untuk mengimbangi gemburan dari para pengusaha kelas kakap yang ada di Gile Gede. Terlebih lagi pengusaha lokal hannya mengandalkan keahlian dan keberanian  dengan modal tipis.” Kalau mau dapat uang banyak dan cepat caranya menjual tanah ke pengusaha Asing, tetapi resikonya kedepan akan jadi penonton di daerah sendiri, dan meninggalkan Gili karena tanahnya sudah dikuasai orang asing. Saya sendiri memilih untuk membuka usaha dari pada menjual tanah ke orang asing, demi anak cucu kedepan,” ucapnya.

Abu Bakar menceritakan, mulai merintis usaha Villa hannya dengan bermodalkan lahan dan keberanian. Untuk mewujudkan cita – citanya memiliki bangunan Villa, Abu Bakar memulainya dengan cara mencicil, mulai dari penataan lahan hingga proses pembangunan Villa.” Tidak seperti pengusaha kelas kakap, tinggal perintah langsung jadi. Sedangkan Pengusaha lokal butuh kesabaran dan perjuangan, seperti Villa milik saya ini, saya bangun dari nol, dengan cara di cicil dan modal pas – pasan,” ceritanya.

Hasilnya dari perjuangannya itu,  kini  Abu Bakar memiliki 17 unit Kamar Penginapan, dan 9 unit Bungalow yang berdiri diatas lahan seluas 1 hektar dengan nilai investasi mencapai miliaran rupiah. Permalamnya Villa dan Bungalow milik Abu Bakar itu dibandrol  Rp. 200 – Rp. 500 ribu.

Untuk  memanjakan  wisatawan yang  datang berkunung ke tempat usahanya itu, Abu Bakar  melengkapi Villa dan Bungalownya  dengan Fasilitas Diving dan Snorkling.” Inilah pesan saya kepada masyarakat, jangan hannya tergiur uang banyak dengan cara menjual tanah, tetapi bagaimana cara kita memanfaatkan apa yang kita punya untuk anak cucu kita kedepan,” pesan Abu Bakar.

Untuk itu mewakili pengusaha Lokal yang ada di Gili, khususnya yang ada di wilayah Sekotong, Abu Bakar meminta kepada Pemda Lombok Barat untuk memperhatikan keberadaan dan keberlangsukan pengusaha Lokal, termasuk meminta kepada Pemda Lombok Barat untuk membangun fasilitas pendukung pariwisata di Gili yang ada di wilayah Sekotong.” Fasilitas dasar berupa air bersih dan jalan juga perlu diperhatikan oleh pemerintah, karena itu masih minim disini (Gili),”harapnya. (slNews – miq).

No Responses

Tinggalkan Balasan