Pengembala Kerbau di Lombok Tengah Tewas Tersambar Petir

Pengembala Kerbau di Lombok Tengah  Tewas Tersambar Petir
Jenazah korban tersambar petir, Sauri alias Inaq Ahyar (42) saat disemayamkan dirumah setelah tersambar petir di areal persawahan di Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (12/11/2019)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Nusa Tengga Barat (NTB) pada Selasa sore (12/11/2019) memakan Korban Jiwa.
Salah seorang Petani Sauri alias Inaq Ahyar, 42 Tahun, warga, Dusun Pengolah, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah Tewas setelah tersambar Petir pada saat tengah mengembala Kerbau di sawah miliknya di Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Daya.”Korban meninggal dunia ditempat kejadian perkara (TKP) setelah tersambar Petir pada saat tengah mengembala Kerbau dengan kondisi Cuaca saat itu tengah hujan lebat,” ungkap Kapolsek Praya Barat Daya, Iptu Halid, Rabu (13/11/2019).
Saat itu cerita Iptu. Halid, korban dengan mengenakan Topi atau Kecapil yang terbuat dari Bambu dengan posisi berdiri tiba – tiba tersambar petir yang mengakibatkan korban mengalami Luka Bakar pada bagian kepala.” Korban sempat ditolong oleh warga sekitar, namun Nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan langsung meninggal dunia di TKP,”ucapnya
Kini Jenazah korban tersambar petir itu telah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat dan keluarga korban yang diwakili oleh Kepala Desa (Kades) Teduh, Jumadil Awal menolak untuk dilakukan Otopsi terhadap Jasad Korban dan menganggap kematian korban sebagai Musibah.”Atas kejadian ini pihak keluarga menerima dan mengikhlaskan kematian korban karena dianggap sebagai musibah, serta pihak keluarga membuat surat pernyataan untuk penolakan dilakukan otopsi terhadap Jasad Korban,”ujar Iptu Halid. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan